Begini Aksi Heroik Dua Warga Sleman Selamat Pelajar SMPN I Turi Korban Susur Sungai

Sosial  SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 20:05 WIB

Begini Aksi Heroik Dua Warga Sleman Selamat Pelajar SMPN I Turi Korban Susur Sungai

Mbah Sudiro dan Bang Kodir menerima hadiah dan penghargaan dari Kemensos/hms

Moeslimchoice | Nama Bang Kodir dan Mbah Sudiro menjadi sorotan publik atas aksi heroik yang mereka lakukan dalam menyelamatan para siswa siswi SMPN I Turi Sleman, Yogyakarta, Jumat (21/2/2020 lalu. Aksi merekapun akhirnya diganjar hadiah dan penghargaan oleh Menteri Sosial, Juliari P. Batubara,.

Yang luar bisa adalah Mbah Sudiro. Diusianya yang terbilang renta (71), dia masih berani (nekad) turun kesungai yang airnya sedang desar untuk menyelamatkan para siswa SMPN Turi yang hanyut di kegiatan susur sungai Sempor.

Mbah Diro yang kala itu tengah membersihkan makam mendengar teriakan para siswa dari kejauhan. Namun, ia menyangka anak-anak yang bercanda. Lalu ia meminta anaknya untuk menghampiri asal teriakan tersebut. Selalu tidak berapa lama anak mbah Sudiro berteriak ada orang kintir (hanyut).

"Saya baru membersihkan makam. Saya sudah mau memperingatkan supaya naik saja karena cuaca tidak mendukung. Lalu sudah dengar anak-anak minta tolong. Anak saya langsung menghampiri, katanya anak-anak kintir (hanyut terbawa arus)," kata Sudiro, di sela-sela  kegiatan penyerahan penghargaan yang diberikan Kemensos untuk dia, Selasa (25/2/2020).

Mendengar teriakan anaknya, tanpa berpikir panjang Sudiro langsung menuju Sungai Sempor dan berjumpa dengan Darwanto, warga yang lebih dulu mengevakuasi siswa di lokasi kejadian.

"Saya langsung ikut membantu mengevakuasi dengan merangkul anak-anak ke tepi sungai. Saya gendong beberapa siswa yang sudah tak berdaya. Saat itu Arusnya memang cukup deras. Mungkin daerah atas sudah hujan deras, dan tiba-tiba air langsung tinggi. Itu yang membuat anak-anak terbawa arus. Ya cuma membantu sebisa saya saja. Ada yang cuma dipegangi saja, ada yang digendong," jelasnya.

Dalam penyelamatan tersebut, Sudiro mengaku sempat ikut terhanyut terbawa arus sungai saat menyelamatkan korban. Namun, beruntung bisa berpijak pada batu dan berpegangan pada tangga panjang yang dibawanya.

"Saya sempat ikut hanyut, anak masih di punggung saya. Saya bisa pegangan, tetapi karena batu licin, jadi terpeleset, kaki kena luka," ungkap Sudiro.

Selain mbah Sudiro, Darwanto alias Kodir juga melakukan penyelamatan. Ia merupakan pemancing yang pertama tiba sungai dengan membawa tangga untuk menyelamatkan siswa SMPN 1 Turi Sleman yang naas.

Dihari naas itu, Kodir baru berjalan 100 meter untuk memancing di sungai Sempor mendengar jeritan bersahut-sahutan. Sepertinya suara remaja laki-laki dan perempuan.

"Mereka teriak meminta tolong. Seketika itu, saya membuang joran lalu berlari kencang menuju sumber suara. Teriakan kian jelas terdengar manakala ia tiba di atas tebing setinggi kisaran tiga meter dengan dasar sungai. Astaga," kisahnya.

Berada di tebing setinggi tiga meter, tanpa berpikir panjang Kodir langsung menceburkan diri berjuang menyelamatkan siswa SMPN 1 Turi.

"Saya melihat anak-anak itu berjuang untuk bertahan dari gempuran arus. Langsung nyebur "Byuuur!", kenangnya.

Kodir mengisahkan saat itu yang terpikirkan secepatnya meraih satu per satu anak untuk dibawa ke pinggir sungai. Siswa-siswi yang sedang memegangi batu di tengah ia prioritaskan.

"Ada lebih dari 20 anak saya evakuasi. Enam di antaranya sudah lemas. Mereka mayoritas perempuan. Mereka histeris dan menangis," katanya.

Kodir rupanya tidak sendirian, Tri Nugroho adiknya seketika memberikan bantuan kepada siswa-siswi yang tengah berpegangab tebing dipinggir sungai.

"Adik saya, Tri Nugroho, ikut turun. Ia mengevakuasi mereka," imbuh Kodir.

Setelah semua terevakuasi dan berada di atas tebing, Kodir coba mencari tangga bambu.

Ia mengambil tangga milik warga yang tinggal tak jauh dari lokasi. "Saya menyeberangkan mereka ke jalur yang memungkinkan untuk dilalui. Proses evakuasi yang saya lakukan berlangsung lebih kurang tiga jam, pukul 14.30 sampai 17.30," ungkapnya. [fah]


Komentar Pembaca