Hadiri Wisuda LIPIA, Menag Bicara Komitmen Indonesia-Arab Saudi dalam Dakwah Moderasi

Pendidikan  SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 15:10 WIB

Hadiri Wisuda LIPIA, Menag Bicara Komitmen Indonesia-Arab Saudi dalam Dakwah Moderasi

foto/net

Moeslimchoice. Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) mengadakan wisuda sarjana angkatan 41, 42, dan 43 di Balai Sudirman, Jakarta Selatan pada Senin (24/2).

MC Award 2

Acara wisuda sejumlah 2.556 sarjana di bawah naungan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud Riyadh ini diawali dengan parade wisudawan, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, YM Dr Ahmed Salem Alaameri.

Ada yang istimewa dalam acara wisuda kali ini, yakni hadirnya Menteri Agama Fachrul Razi. Selain Menag, hadir pula Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid dan sejumlah duta besar negara sahabat. 

Di hadapan wisudawan, Menag menyatakan bahwa Indonesia dan Arab Saudi memiliki kesamaan dalam komitmen menyebarluaskan dakwah Islam yang moderat, toleran dan damai di tengah masyarakat dunia yang plural. 

Atas nama pribadi dan pemerintah, Menag menyambut baik komitmen dan inisiatif Khadimil Haramain Raja Salman Bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman untuk menyongsong era Baru kerajaan Arab Saudi dengan kembali kepada Islam Moderat.

"Sebuah model keberagaman yang menghargai keragaman. Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo berkomitmen pada hal yang sama, yakni Penguatan Moderasi Beragama dan penanggulangan ekstremisme dan radikalisme," kata Menag, di Jakarta, Senin (24/2).

Menag menambahkan, sebagai negara tempat  turunnya wahyu, Saudi Arabia menjadi saksi sejarah keberadaan sebuah komunitas yang dibangun oleh Rasulullah SAW berdasarkan keadilan, persamaan, kebebasan dan persaudaraan. Piagam Madinah, lanjut Menag, yang menandai berdirinya komunitas tersebut merupakan dokumen persaudaraan kemanusiaan yang mengikat keragaman dalam konteks kewarganegaraan tanpa membeda-bedakan.

"Seluruh masyarakat Madinah memiliki hak dan kewajiban yang sama terlepas dari perbedaan suku dan agama yang ada," ujar Menag.

Menag juga mengucapkan selamat kepada mahasiswa dan mahasiswi LIPIA yang di wisuda. 

"Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. Berbahagialah saudara yang mendapat kesempatan menuntut ilmu dari para ulama dan akademisi di lembaga yang sejak berdiri memiliki komitmen untuk menyebarkan ilmu-ilmu keislaman dan Bahasa Arab sesuai dengan metode yang digunakan oleh para ulama al salaf  al-shaleh, " tandas Menag.

LIPIA merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu tentang agama Islam yang berada di bawah naungan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud Riyadh. Berlokasi di Jakarta Selatan, LIPIA didirikan pada tahun 1400 H/1980 M.

Hadir mendampingi Menag, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Muchlis M Hanafi; Direktur Diktis, Arskal Salim; Staf Khusus Menag, Ubaidilah dan Sesmen, Khoirul Huda Basyir. [kmg/mel]


Komentar Pembaca