Gegara Musda Golkar Sumut | Ada Apa Aziz Syamsuddin dan Doli Kurnia?

Polhukam  SENIN, 24 FEBRUARI 2020 | 21:29 WIB

Gegara Musda Golkar Sumut | Ada Apa Aziz Syamsuddin dan Doli Kurnia?

MoeslimChoice | Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Golkar yang juga Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin, menilai Musyawarah Daerah DPD I Golkar Sumatera Utara tidak sah. Pasalnya, Musda tersebut dibuka sendiri oleh Plt Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia (ADK).

Padahal, Musda Golkar Sumut dinyatakan sudah selesai dengan memilih Ahmad Yasir Ridho Loebis sebagai Ketua DPD periode 2020-2025di acara yang berlangsung di Hotel JW Marriott, Medan, Senin, 24/2/20.

“Bismillah, dengan ini pimpinan sidang menetapkan Saudara H Ahmad Yasir Ridho sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut masa bakti 2020-2025,” ucap Ketua Sidang Mustafa M Raja. Usai ketok palu, Plt Ketua Golkar Sumut Doli Kurnia Tandjung menyerahkan pataka Partai Golkar kepada pimpinan sidang untuk kemudian diserahkan kepada Ketua Golkar Sumut terpilih Ahmad Yasir Ridho Loebis.

“Dengan ini saya terima pataka Partai Golkar untuk dikibarkan ke seluruh wilayah Sumatera Utara dan menjadikan Partai Golkar sebagai pemenang di Sumatera Utara,” tegas Ridho sesaat menerima pataka dari pimpinan sidang.

Jadi, Musda X DPD Partai Golkar Sumut resmi dibuka Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Dr H Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Namun Aziz menegaskan, DPP Golkar sebenarnya memutuskan pemberian mandat kepada dirinya untuk membuka Musda. “Secara hasil rapat tadi malam, mandat Ketua Umum diberikan kepada saya sehingga secara mekanisme harusnya saya yang membuka. Tapi kenapa dibuka oleh saudara Doli ya, saya nggak tahu. Di mata DPP belum ada rangkaian Musda. Karena kegiatan itu tidak dibuka oleh DPP,” kata Azis, Senin, 24/2/20.

Azis mengatakan nantinya dia akan datang ke Medan untuk membuka Musda yang sah sesuai mekanisme yang ada dan dengan legalitas mandat yang sah untuk membuka Musda. Namun, Azis belum memastikan kapan dia akan membuka Musda tersebut.

”Nanti kita perbaiki secara internal. Kita akan adakan secara mekanisme yang benar,” katanya. Terkait diskresi terhadap H Musa Rajekshah (Ijeck), Aziz mengatakan akan menyampaikan hal itu jika sudah membuka Musda Golkar Sumut secara resmi.

Aziz juga mengatakan, Ketua Umum DPP Partai Golkar sudah tahu masalah Golkar Sumut. Jika menyulitkan, Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Golkar Sumut akan digelar di Jakarta. “Ketum sudah saya infokan soal kejadian di Sumut. Arahannya, saya harus selesaikan sesuai hasil rapat terbatas,” katanya.

Soal musda yang digelar dan menghasilkan Ahmad Yasyir Ridho sebagai ketua terpilih, pun kata dianggap tak pernah ada. “Musda harus sesuai AD/ART. Kalau tak sesuai, DPP Partai Golkar tidak akan mengeluarkan SK Pengurusnya. Maka itu, nanti kita gelar musda setelah saya di Medan. Arahan ketum sudah jelas. Kalau susah kali, musdanya kita tarik saja ke Jakarta saja,” bebernya.

Azis menambahkan dirinya akan turun ke Medan, untuk menemukan dan menganalisis fakta-fakta yang ada di lapangan. DPP Partai Golkar akan terus memonitor Golkar Sumut,” tandasnya.

Toh Ahmad Doli Kurnia menjamin Musda Golkar Sumut tetap sah. "Yang diberi mandat itu 9-10 orang, ini soal teknis aja. Kan ini Musda harusnya dilaksanakan kemarin, terus kemudian karena sesuatu hal, karena ada rapat di Jakarta, atas izin Ketua Umum, musda ini diundur. Tadi pagi saya datang, semua peserta sudah hadir, lengkap. Nah, Pak Azis ternyata masih ada tugas dari Ketua Umum sampai siang ini, urusan omnibus law," ujar Doli kepada wartawan, Senin, 24/2/20.


Komentar Pembaca