Corona Mengganas di Korsel

Samsung dan Hyundai Desak Sejumlah Karyawan Karantina Diri Sendiri

Internasional  SENIN, 24 FEBRUARI 2020 | 18:00 WIB | RMOL Group

Samsung dan Hyundai Desak Sejumlah Karyawan Karantina Diri Sendiri

Foto/net

Moeslimchoice | Meningkatnya kasus penularan virus corona di Korea Selatan menyebabkan sejumlah perusahaan melakukan langkah antisipasi yang ketat. Dua di antara perusahaan yang melakukan hal tersebut adalah raksasa teknologi, Samsung Electronic dan raksasa otomotif Hyundai motor.

Demi mencegah penularan pada karyawannya, sekitar 1.500 karyawan kompleks seluler Samsung Electronics di kota tenggara Gumi bekerja dari rumah demi melakukan karantina sendiri. Langkah itu diambil setelah salah satu karyawanya terinfeksi virus corona, atau dikenal juga dengan nama resminya Covid-19.

Salah seorang sumber anonim yang dikutip Channel News Asia (Senin, 24/2/2020), di antara mereka yang melakukan karantina sendiri adalah sekitar 900 karyawan yang pulang pergi ke Gumi dari kota Daegu. Kota Daegu sendiri adalah pusat penyebaran virus corona di Korea Selatan.

Pihak Samsung sendiri telah memulai kembali produksi di pabrik poselnya di Gumi, setelah menutupnya selama akhir pekan.

"Pada pukul 1 siang, 24 Februari, Kompleks Gumi telah mulai beroperasi secara normal dan kami memperkirakan tidak ada dampak pada produksi," begitu keterangan yang dikeluarkan pihak Samsung awal pekan ini.

Selain Samsung, Hyundai Motor juga mengambil langkah serupa dengan membuat enam karyawan di pabrik-pabrik Hyundai Motor di kota tenggara Ulsan bekerja di rumah untuk melakukan karantina sendiri. Empat di antara mereka terkait dengan sebuah gereja di pusat penyebaran virus di Daegu.

Untuk diketahui, Ulsan adalah rumah bagi pabrik mobil terbesar Hyundai. Ada sejumlah pemasok di kota dan sekitarnya, yang tidak hanya melayani pembuat mobil, tetapi juga ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, dan pasar lainnya.

Seorang juru bicara Hyundai Motor mengatakan sejauh ini tidak ada gangguan produksi.

Di Korea Selatan sendiri, per hari Senin (24/2/2020), tercatat telah ada 161 kasus baru dari virus corona. Sehingga jumlah total pasien yang terinfeksi di negara itu menjadi 763 orang.

Sementara sebagian besar kasus baru ditelusuri ke kota tenggara Daegu. [nry]


Komentar Pembaca