Marbinda B-1, 25 Warga Simalungun Keracunan | Wabah B-2 Belum Tuntas

Daerah  SENIN, 24 FEBRUARI 2020 | 07:52 WIB

Marbinda B-1, 25 Warga Simalungun Keracunan | Wabah B-2 Belum Tuntas

Bupati Simalungun JR Saragih menjenguk korban keracunan B-1

MoeslimChoice | Sejumlah warga Dusun Kandang Lombu, Nagori Panombean Huta Urung, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun yang memiliki tradisi makan bersama (marbinda) memilih menyajikan hidangan daging biang (B-1) atau anjing. Namun, kali ini rupanya terjadi keracunan. Peristiwa ini terjadi saat wabah flu afrika atau kolera yang menyerang babi (B-2) di Sumatera Utara masih belum tuntas.

Walhasil, selain 25 warga yang harus menjalani perawatan, kekhawatiran bahwa B-1 juga dapat terserang wabah seperti yang terjadi pada B-2 mulai muncul. Mau B-2 ada wabah flu dan kolera babi. Sekarang, B-1 pun berisiko. Toh makan ikan pun berisiko.

Pada akhir 2019 lalu, misalnya, 49 orang siswi di Asrama Putri GKPS Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengalami keracunan setelah menyantap ikan tongkol. Para korban segera dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan penanganan.

Sedangkan pemeriksaan daging B-1 yangmenyebabkan keracunan di Simalungun itu masih menunggu pemeriksaan di laboratorium.

“Penyebab utamanya masih kita telusuri dan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah dibawa ke laboratorium kesehatan Provinsi Sumatera Utara,” kata Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Simalungun, Lidya Saragih melalu pesan WhatsApp, Sabtu, 22/2/20.

Lidya juga bilang pemeriksaan lab dilakukan juga di RSUD Tuan Rondahaim, Simalungun. Namun Lidya memastikan keracunan yang dialami puluhan warga tersebut tidak ada hubungannya dengan penyakit rabies pada anjing.

Dugaan sementara ada beberapa faktor, bisa jadi dagingnya kurang matang atau ada bakteri. "Memasak atau memanggang daging mentah itu tidak bagus," tegasnya.

Lidya mengimbau kepada masyarakat yang ingin mengonsumsi daging anjing, sebaiknya diperiksa dulu kesehatannya serta diolah dengan baik. Mulai dari mencuci, pengolahan, hingga penyajian harus benar-benar diperhatikan.

"Saat ini masyarakat yang dirawat mayoritas mengalami mual dan muntah. Sudah ditangani dengan sebaik-baiknya. Jika ada pasien dengan kondisi semakin parah, akan dirujuk ke RSUD Rondahaim Pamatang Raya," tandasnya.

Bupati Simalungun JR Saragih ikut prihatin dengan nasib warganya yang keracunan B-1. Ia menyempatkan diri menjenguk mereka di tempat perawatan, Puskesmas Tiga Balata.


Komentar Pembaca
Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55

Dinas ESDM Ganti Dengan Dinas Koral Dan Pasir