Enam Orang Telah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Inteloransi di Minahasa Utara

Hukum  MINGGU, 23 FEBRUARI 2020 | 02:35 WIB

Enam Orang Telah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Inteloransi di Minahasa Utara

Mushola di minahasa yang dirusak oleh pelaku inteloransi/net

Moeslimchoice | Aparat kepolisian telah menetapkan enam orang tersangka pengerusakan balai pertemuan Al-Hidayah di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Kauditan, Minahasa Utara, yang dijadikan tempat mushola.

Keenam tersangka tersebut diduga kuat sebagai provokator dan pelaku pengrusakan tempat ibadah tersebut.

“Saat ini (enam orang) sudah kita tahan dan saat ini sudah sampai tahap penyelesaian berkas,” kata Kabareskrim Komjen Polri Listyo Sigit Prabowo usai memberikan materi Bimteknas PKS di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Sementara itu pihak kepolisian juga tengah mengejar pelaku tindakan intoleransi terkait polemik pembangunan Gereja katolik Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Pembangunan gereja terpaksa dihentikan karena penerbitan izin mendirikan bangunannya digugat oleh sekelompok warga setempat.

“Untuk yang di Tanjung Balai, upaya kita sedang mencari dan mengejar provokator yang melakukan upaya-upaya provokasi, sehingga jangan sampai muncul lagi hal-hal seperti itu,” kata Kabareskrim yang juga ditunjuk sebagai Kepalai Tim Kasus Intelorensi di dua kasus tersebut.

Sejauh ini, kata Sigit, pihaknya terus melakukan pengawasan untuk mengawal perizinan kedua peristiwa baik yang di Tanjung Balai maupun di Minahasa Utara.

“Untuk memastikan bahwa seluruh proses yang kita lakukan berjalan,” imbuhnya.

Mantan Kadiv Propam Polri ini menambahkan, penanganan kasus intoleransi sangat menjadi perhatian pihaknya dan berjanji akan dituntaskan seluruhnya sehingga tidak berkembang dan muncul di daerah-daerah lainya.[fah]


Komentar Pembaca
Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Doa Kesembuhan Dari Virus Corona

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:05

Bubarkan Fpi

Bubarkan Fpi

Ahad, 03 Mei 2020 | 19:55