Heboh Ada Jejak Harimau di Muba, Rupanya Lebih Mengejutkan

Tentang Sumsel  KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 | 16:35 WIB | Rahmad Romli

Heboh Ada Jejak Harimau di Muba, Rupanya Lebih Mengejutkan

MOESLIMCHOICE. Tertangkapnya Harimau di Kabupaten Muara Enim beberapa waktu lalu membuat warga Sumsel kembali tenang. Namun kehebohan itu kembali muncul di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) setelah warga Desa Karang Ringin 2 Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Muba pada, Senin (17/2/20) lalu sempat menemukan jejak kaki serupa dengan hewan buas itu.

MC Award 2

Penemuan itu tidak hanya berdampak pada warga desa di Muba saja melainkan masyarakat pedesaan di Sumatera Selatan. Melihat dampak yang ditimbulkan, tim dari Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Muba, Pemerintah Kecamatan, Polri, TNI, dan BKSDA langsung turun ke lapangan.

Setelah dilakukan pengecekan ternyata hasilnya malah mengejutkan. Bahkan dipastikan kalau yang mereka temukan bukan jejak kaki harimau seperti yang dihebohkan masyarakat disosmed (sosial Media) dan di Kecamatan Lawang W.

Tim gabungan memastikan jika jejak kaki tersebut ternyata kucing hutan yang lewat ke perkampungan warga.

“Ya, hari ini kita telah turun kelokasi terkait penemuan jejak kaki harimau yang ditemukan oleh masyarakat senin kemarin. Kita turun bersama BKSDA , Polisi, TNI dan masyarakat, dipastikan oleh BKSDA jejak kaki harimau tersebut bukan bukan harimau melain kucing hutan,” Andi Wijaya Busroh Selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba , Rabu (19/2/20).

Camat Lawang Wetan Tajarni membenarkan bahwa dari penelusuran yang dilakukan pada tidak menunjukkan adanya jejak-jejak baru. Selain itu proses penelusuran yang dilakukan terkendala pada sejumlah kebun yang terendam oleh air akibat meningkatnya volume air sungai musi.

“Penelusuran terpaksa kita batasi melihat kondisi dilapangan tidak memungkinkan. Selain itu, kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik mengenai peristiwa ini dan dan kita tetap menghimbau warga tidak beraktifias seorang diri,”ungkapnya.

Sementara itu, Tim BKSDA yang dipimpin oleh Kasi SKW 1 Sumsel Yusmono, memastikan bahwa jejak kaki yang diduga harimau bukanlah yang diperkirakan. Menurutnya jejak kaki harimau lebih besar yang biasanya.

“Setelah kita lihat dan berdasarkan bentuk tapak dan ukuran tapak kaki yang ada cuma 7 cm, makanya kita menyimpulkan itu tapak sejenis kucing hutan. Kalau harimau bentuk tapaknya tidak seperti itu dan besarnya minimal 10 cm,”ungkapnya.

Dijelaskannya mengenai berbahaya atau tidaknya kucing hutan menurutnya tidak berbahaya, kucing hutan adalah hewan pemalu dan biasa beraktifitas malam hari.

“Kucing hutan beraktifitas malam hari dan biasanya masuk perkampungan untuk cari makan setelah itu kembali lagi. Sedangkan untuk habitat harimau ada di Kecmatan Lalan, Tungkal Jaya, dan Bayung Lencir serta perbatasan Jambi,” tambahnya.

Terpisah, Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin SH, mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan selalu waspada. Kendati dipastikan kucing hutan masyarakat untuk tidak beraktifitas sendirian.

“Kita mengimbau agar pihak perusahaan menghidupkan listrik di pwrumahan lebih lama, lalu menyarankan karyawan mengurangi aktivitas di luar rumah di malam hari, berkerja secara berkelompok dan Patroli ditingkatkan. Apabila ditemukan penampakan hewan tersebut segera hubungi pihak berwajib,” ungkapnya. [rhd]


Komentar Pembaca