Pesan Jurnalis Senior bagi Para Cabup Pacitan

Daerah  KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 | 14:35 WIB

Pesan Jurnalis Senior bagi Para Cabup Pacitan

Sukatno

MoeslimChoice | Bagi warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sukatno (50) bukanlah nama yang asing. Jurnalis senior ini ternyata menyimpan harapan yang tinggi juga terhadap Pacitan.

Selain berkecimpung di dunia jurnalistik, Sukatno pun sangat concern terhadap masalah-masalah pendidikan, sosial, dan politik. Apalagi saat ini, di tengah keriuhan dengan kian dekatnya ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pacitan 2020.

Pria yang akrab disapa Mas Brewok ini mengungkapkan harapannya terhadap para Calon Bupati (Cabup) Pacitan untuk berani menyusun visi dan misi yang relevan dan komprehensif dalam menggalang suara masyarakat.

“Sebagai masyarakat Pacitan, tentunya saya juga punya harapan besar agar Pacitan lebih maju lagi,” kata Sukatno kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Kamis (20/2/2020).

Dalam pandangannya, ada tiga poin penting yang selama ini masih menjadi momok di Pacitan.

“Ada tiga poin penting yang masih menjadi momok di Pacitan, yakni pendidikan, akses masyarakat, dan kemiskinan. Saya berharap, para Cabup Pacitan nanti ada yang memiliki gagasan serupa,” katanya.

Menurutnya, dalam mengatasi problema pendidikan, slogan “Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk Rakyat” itu harus betul-betul menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Artinya, semua kebutuhan dalam konteks pendidikan, seperti seragam siswa SD dan SMP, seharusnya bisa terbiayai oleh APBD. Kalau dilihat dari regulasinya, hal itu sebenanya sangat memungkinkan,” katanya.

Kemudian, lanjut Sukatno, para orangtua siswa pun harus terbebas dari berbagai biaya atau sumbangan insidental yang memberatkan. Apalagi sekarang ini tengah gencar digalakkan program pendidikan biaya murah, agar setiap anak bisa selamat mengarungi masa “wajib belajar 9 tahun”-nya.

Selanjutnya, soal akses jalan bagi masyarakat, yang sangat menentukan pergerakan ekonomi rakyat. Menurut Sukatno, pemeliharaan dan pengawasan jalan-jalan milik daerah harus berbasis masyarakat. Artinya, semua masyarakat yang dilalui oleh jalan-jalan milik daerah tersebut harus ikut berperan dalam pengawasan dan pemeliharaan rutin.

“Soal biaya pemeliharaan jalan itu, nanti bisa dikoordinasikan dengan dinas terkait, melalui mekanisme dana maintenance rutin. Karena, yang paling tahu soal kondisi jalan itu setiap saat, ya masyarakat setempat,” katanya.

Terakhir, soal kemiskinan, Sukatno mengingatkan untuk melakukan upaya penopangan masyarakat kurang mampu dengan dana APBD berdasarkan standar kemiskinan daerah.

“Karena, saat ini, masih banyak warga masyarakat Pacitan yang penghasilannya di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK),” katanya.

Di mata Sukatno, bila para Cabup bisa mewujudkan tiga visi dan misi itu, maka slogan Pacitan Adem, Ayem, Tentrem, yang menjadi tema Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-275 kemarin, takkan berhenti sebatas mimpi. [yhr]


Komentar Pembaca