Teknologi "Smart Makkah" Siap Mudahkan Jamaah Haji dan Umrah

Kabar Tanah Suci  RABU, 19 FEBRUARI 2020 | 18:00 WIB

Teknologi

foto/net

Moeslimchoice. Teknologi pintar sedang diadopsi untuk membantu para jamaah di semua tahap perjalanan keagamaan mereka di Arab Saudi, menurut Marwan Al-Sulaimani, Kementerian Jenderal Haji dan Direktur Jenderal Umrah.

MC Award 2

Kemajuan teknologi akan memuluskan kemajuan jamaah dari saat mereka tiba di Arab Saudi sampai mereka berkumpul di Padang Arafah, katanya kepada Arab News pada pembukaan KTT dan Pameran Kota Cerdas Saudi.

Forum yang berlangsung selama dua hari itu akan menyoroti peran teknologi berkelanjutan dalam 'Smart Makkah' sebuah rencana ambisius untuk memasukkan teknologi canggih di banyak kota besar di negara itu.

Lebih dari 1,8 miliar Muslim di seluruh dunia "bermimpi melaksanakan Haji dan Umrah," kata Al-Sulaimani.

"Kementerian melihat pengalaman haji dan umrah sebagai gambaran holistik karena ini adalah perjalanan emosional dan religius. Peziarah (jamaah) memikirkan pengalaman ini bertahun-tahun sebelum mereka tiba. Butuh banyak dari mereka secara emosional dan finansial untuk datang ke sini," tambahnya.

"Mereka mendedikasikan diri untuk itu. Kami mencoba berbagi dengan orang-orang ini sejak mereka membuat 'niyat' (niat) sampai kami mengirim mereka kembali, dan kami ingin mereka kembali dan berbagi kisah pengalaman mereka dengan kerabat mereka, dan menggairahkan semua orang untuk datang," tambahnya lagi.

Sebelumnya, kementerian mengatakan bahwa mereka berharap untuk meningkatkan jumlah jamaah (haji/umrah) menjadi 15 juta pada tahun 2022 dan 30 juta pada tahun 2030 sejalan dengan Visi Kerajaan Arab Saudi 2030.

Al-Sulaimani mengatakan, bahwa kementerian akan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk memudahkan pengalaman jamaah haji dan meningkatkan layanan haji setiap tahun.

"Haji sangat kompleks karena dilayani oleh berbagai departemen, seperti departemen lalu lintas, Pertahanan Sipil, rumah sakit dan departemen imigrasi. Seluruh negara berkumpul untuk melaksanakan ibadah Haji. Jadi dalam satu atau lain cara, haji (jamaah) memiliki pengalamannya sendiri dengan kementerian kesehatan karena dia harus pergi ke rumah sakit, dia harus melalui imigrasi, dan berurusan dengan kebiasaan kita, departemen lalu lintas, sektor swasta dan perusahaan bus," jelasnya.

"Ini adalah pengalaman holistik yang harus dirancang dalam tim dan kemudian dihubungkan bersama," katanya.

"Sebelum Anda merancang kota pintar dan sistem pintar, Anda harus merancang proses cerdas dan menggabungkan pemangku kepentingan dengan cerdas karena di kota akan ada kotamadya, departemen kesehatan dan sebagainya," kata Al-Sulaimani.

"Kita harus berkolaborasi dalam satu pandangan, satu proses, untuk membuat hidup lebih mudah," lanjutnya.

Dia mengatakan, bahwa sistem yang cerdas harus sering ditinjau 'sebagai bagian dari sebuah perjalanan yang sempurna'. [mel/ArabNews]


Komentar Pembaca