Kawanan Belalang Kembali Serang Tanaman di Seluruh Arab Saudi

Kabar Tanah Suci  RABU, 19 FEBRUARI 2020 | 17:45 WIB

Kawanan Belalang Kembali Serang Tanaman di Seluruh Arab Saudi

foto/net

Moeslimchoice. Kawanan Belalang kini tengah menginvasi setiap wilayah di seluruh Arab Saudi. Hewan berjenis Serangga itu datang dari negara-negara terdekat, yang telah berjuang untuk membatasi penyebaran kawanan yang lebih luas.

MC Award 2

Pemerintah Saudi pun telah menggandakan penyemprotan lewat udara setiap hari untuk memerangi kawanan belalang tersebut.

Mohammad Al-Shammrani, direktur Pembasmi Belalang dan Wabah di Kementerian Lingkungan Hidup, Pertanian dan Air Arab Saudi, mengatakan kepada Arab News, bahwa kawanan itu berasal dari Afrika Timur. Belalang merah termasuk salah satu hewan ganas dalam memangsa tanaman.

Kawanan Belalang diketahui telah menyerang tanaman di daerah Jazan, Asir, Al-Baha, Al-Leith, Qunfodah dan kota suci Makkah. Namun semua tempat-tempat itu telah ditangani serius oleh tim khusus. Kondisi lingkungan di wilayah ini memungkinkan belalang dewasa dengan cepat dan bertelur.

"Kami telah memerangi belalang setiap hari dari awal hingga akhir Januari. Kami memusnahkan generasi pertama gerombolan, yang menyerang Jazan sampai ke wilayah Makkah. Kami menargetkan dua kawanan belalang di Qunfodah dan Al-Leith," katanya.

Kawanan baru memasuki Arab Saudi dari negara-negara terdekat seperti Eretria, Ethiopia, Somalia, Yaman, Oman, dan India. Kawanan memasuki Najran dari Yaman dan beberapa dari mereka mencapai wilayah Asir dan Riyadh, jelasnya.

Banyaknya belalang dan kecepatan angin membantu kawanan menyebar di daerah-daerah seperti Al-Qassim, Hail dan Provinsi Timur.

Tim-tim tempur melawan Belalang telah dikerahkan tanpa henti untuk memantau pergerakan gerombolan dan melakukan penyemprotan udara.

Efek dari belalang pada tanaman dapat merusak jika tidak ada intervensi cepat yang dilakukan. Kawanan dapat mematikan tanaman dalam beberapa menit. Itulah sebabnya Al-Shammrani mengatakan, penyemprotan telah diintensifkan di musim semi dan musim dingin dan dari pantai selatan ke pantai barat, serta pantai utara Laut Merah.

"Kami menggunakan pesawat penyemprot di daerah dan medan yang kasar. Semua insektisida disetujui oleh Organisasi Pangan dan Pertanian," katanya.

Belalang cenderung berkembang biak selama hujan dan cuaca buruk, terutama di daerah gurun dan kelembaban tinggi. Ada tujuh negara yang terkenal memiliki banyak Belalang, yaitu Eritrea, Ethiopia, Sudan, Yaman, Oman, Arab Saudi, dan Somalia. [mel/ArabNews]


Komentar Pembaca