Wapres Ma'ruf Soal Khatib dan Khutbah Jumat Perlu Komitmen Kebangsaan

Nasional  SABTU, 15 FEBRUARI 2020 | 08:23 WIB

Wapres Ma'ruf Soal Khatib dan Khutbah Jumat Perlu Komitmen Kebangsaan

MoeslimChoice | Komitmen Kebangsaan para khatib Jumat menjadi bahasan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam pembukaan Rakernas II dan Halaqah Khatib Indonesia di Istana Wapres Jakarta, Jumat, 14/2/20. Dalam kesempatan itu Wapres mengimbau para khatib menyampaikan khutbah Jumat berisi kerukunan antarumat beragama, toleransi dan segala upaya untuk mencegah aksi terorisme.

Terkait dengan itu, Wapres yang berlatar belakang kiai ini sepakat khatib perlu bersertifikat dan memiliki komitmen kebangsaan. Alasannya, posisinya sebagai penceramah akan berpengaruh pada cara berpikir, bersikap, dan bertindak dari umat Islam.

"Khatib itu omongannya betul-betul harus membawa kemaslahatan. Makanya perlu ada sertifikasi khatib, yang bacaannya benar, komitmennya benar, diberi sertifikat. Nanti Ikatan Khatib DMI (Dewan Masjid Indonesia) mempertanggungjawabkan itu," kata Ma'ruf saat membuka Rakernas II dan Halaqah Khatib Indonesia di Istana Wapres Jakarta, Jumat, 14/2/20.

Wapres juga meminta para khatib memiliki komitmen menjaga keutuhan dan persatuan nasional dengan mengajak umat Islam meningkatkan toleransi, baik kepada sesama umat Islam juga agama lain. Sebaliknya, lanjut Wapres, khatib hendaknya menangkal umat dari bahaya radikalisme.

"Radikalisme itu melahirkan sikap terorisme, yang dimulai dari sikap intoleran atau ananiyah. Jangan sampai khatib mengobarkan sikap-sikap seperti itu, gaduh nanti. Itu komitmen yang harus dimiliki khatib-khatib," kata Maruf.

Perbedaan agama, kata Wapres, juga harus menjadi arena bertoleransi. "Kita (umat Islam) diajarkan lakum diinukum wa liya diin, jadi ya masing-masing saja. Di dalam persaudaraan Islam tidak boleh ada sikap ananiyah," kata Wapres.

Untuk menyampaikan ceramah agama yang toleran, lanjut Wapres, para khatib harus memiliki wawasan luas dan mengutamakan narasi-narasi kerukunan. Dengan demikian, khotbah-khotbah yang disampaikan di setiap ibadah salat Jumat itu tidak akan menimbulkan konflik antarsesama.

"Harus menjaga toleransi kerukunan, dan harus membangun narasi-narasi kerukunan. Di dalam khotbah itu jangan membangun narasi konflik dan narasi permusuhan," tegasnya.

Wapres meminta Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (DMI) juga turut mendorong program pemerintah dalam menanggulangi radikal terorisme, dengan ikut memberikan pemahaman kepada para khatib akan bahaya paham radikal. "Oleh sebab itu saya minta itu dipahami betul oleh para khatib karena khatib merupakan juru dakwah utama dan terdepan, mempunyai peran penting dalam ibadah dan peran sosial yang luas," ujarnya.

Menurut Ma'ruf, khatib harus memiliki pemahaman agama Islam yang benar, baik dari segi pelafazan maupun pemaknaan terhadap ayat-ayat Al Quran, sehingga ceramah yang disampaikan para khatib tidak disalahartikan oleh umat Islam.

"Khatib harus memiliki kompetensi, pemahamannya tentang agama harus betul, harus lurus. Cara pengucapan, lafaz-nya, harus benar. Jadi harus diseleksi khatib itu, harus punya kompetensi," tandasnya.


Komentar Pembaca