Kunjungi Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Menag Tanam Pohon Tabebuya

Nasional  JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 15:00 WIB

Kunjungi Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Menag Tanam Pohon Tabebuya

foto/net

Moeslimchoice. Dalam kunjungannya ke Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, pada Kmais (13/2), Menag Fachrul Razi disambut langsung oleh Imam Besar Masjid Al Akbar, Prof.Dr. KH.Ridwan Nashir; Ketua BPP Masjid Al Akbar, KH Achmad Sujak; Sekertaris BPP,  H.Helmi M Nur; Kepala Bidang Perawatan Masjid, H. Kodri serta Kepala Bidang Tarbiyah, H. Hasan Ubaidilah.

MC Award 2

Turut mendampingi Menag, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Ahmad Zayadi; Staf Khusus Menag, Ubaidilah, dan Sesmen, Khoirul Huda Basyir.

Setelah meninjau bangunan masjid, Menag kemudian menanam pohon Tabebuya di taman Masjid Al Akbar, Surabaya, didampingi Imam Besar, Ridwan Nashir. Pohon Tabebuya merupakan pohon yang sangat dekoratif saat berbunga dan disenangi kaum milenial Kota Surabaya.

Menag dalam pertemuan bersama pengurus Masjid Al Akbar, Surabaya, mengaku bahagia berkunjung ke masjid yang megah dan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur itu. 
Terkait bantuan dana renovasi Masjid, Menag menyatakan kepada pengurus untuk mengajukan kepada Kemenag secara formal agar ada dalil yang kuat dalam memberikan bantuan.

"Masjid selain tempat ibadah juga dijadikan tempat Pendidikan dan objek wisata keagamaan dan itu memang sudah menjadi tren dunia," kata Menag.

Menag menambahkan, tren di dunia saat ini, masjid tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan Muslim melainkan juga bagi non-Muslim. Hal itu misalnya seperti masjid besar yang ada di Abu Dhabi. Pengelola masjid di sana, lanjut Menag juga menyediakan pakaian khusus bagi wisatawan non-Muslim saat berkunjung.

"Kami senang sekali bisa hadir di sini dan memang banyak hal yang harus kita rawat bersama terhadap masjid Al Akbar Surabaya ini," tandas Menag.

Sementara, Ahmad Sujak mendoakan agar kunjungan Menteri Agama, Fachrul Razi berserta rombongan dapat membawa berkah bagi segenap pengurus dalam menjaga dan merawat masjid. 

"Kami ucapkan selamat datang, ahlan wahsalan. Mudah-mudahan ini bukan pertama dan terakhir bagi Bapak Menteri, sehingga sering-sering mengunjungi masjid ini," ujar Ahmad Sujak.

Ia menjelaskan, peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Akbar pada 1985 di atas lahan 11 hektar oleh Wakil Presiden, Tri Sutrisno. Pada tahun 2000, masjid ini diresmikan oleh Presiden, KH Abdurrahman Wahid.

"Sejak tahun 2003 sudah ditetapkan sebagai masjid Nasional. Kehadiran Menag semoga menjadi berkah bagi kami dalam memelihara dan merawat masjid yang sudah berumur 19 tahun ini," ujarnya.

Ia menambahkan, renovasi Masjid Al Akbar, Surabaya, membutuhkan anggaran sebesar Rp 20 Miliar. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp 13 Miliar dibantu oleh Gubenur Jawa Timur.

"Masjid ini bukan sekadar menjadi ikon bagi Arek Jawa Timur melainkan Indonesia, sebab setiap hari selalu ada mobil pariwisata yang datang dengan membawa rombongan," tuturnya. [mel]


Komentar Pembaca