Sudah Ngetop di Jatim, Kuda Lumping Kudho Galih Manggolo Ingin Eksis di Jakarta

Daerah  JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 14:15 WIB

Sudah Ngetop di Jatim, Kuda Lumping Kudho Galih Manggolo Ingin Eksis di Jakarta

Kesenian kuda lumping Kudho Galih Manggolo/ist

Moeslimchoice | Paguyuban kesenian kuda lumping Kudho Galih Manggolo merupakan salah salah satu kesenian tradisional Jawa yang sudah terkenal di Masyarakat Trenggalek, Jawa Timur. Paguyuban yang berasal dari desa Malasan, kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek ini sudah menjadi langganan tampil mengisi acara hajatan personal, peringatan ulang tahun perusahaan maupun Instansi pemerintah di kota-kota lainnya di Jatim. Kini, mereka tengah melirik Jakarta sebagai daerah utnuk unjuk gigi eksistensi mereka selanjutnya.

MC Award 2

"Cita-cita kami selanjutnya adalah ingin tampil di Ibu Kota Jakarta, semoga ada perusahan swasta maupun BUMN yang bersedia melestarikan budaya daerah kuda lumping dengan memanggil Kudho Galih Manggolo," kata Mbah Bayan Yoto, pimpinan dari Kudho Galis Manggolo, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (14/2).

Sebagaimana diketahui, kuda lumping adalah salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggambarkan sekelompok prajurit penunggang kuda yang kerap menonjolkan tarian dengan mengutamakan unsur magis dan berbahaya seperti makan beling (pecahan kaca), berjalan di atas pecahan kaca atau beberapa atraksi berbahaya lainnya.

Namun, tidak dengan paguyuban kesenian kuda lumping Kudho Galih Manggolo yang dipimpin oleh Mbah Bayan Yoto. Tarian dalam kuda lumping 'Kudho Galih Manggolo' menggambarkan jiwa kepahlawanan para parjurit berkuda dalam peperangan. Tidak lagi ada lagi unsur magis aksinya.

"Kudho Galih Manggolo boleh dikatakan kreasi kuda lumping modern. Selain tarian kepahlawanan para prajurit berkuda, juga menampilkan kreasi lagu-lagu tradisional jawa yang dikemas modern. Tidak hanya itu kami bahkan bisa menampilkan juga pelawak terkenal untuk menghibur para penonton," jelas Mbah Bayan Yoto.

Lebih lanjut Mbah Bayan Yoto menjelaskan, pertunjukan kuda lumping Kudho Galih Manggolo yang berjumlah 40 personel ini bukan dilakukan di tanah lapang lagi. Namun sudah di atas panggung ukuran 8 x 10 meter dengan desain panggung berlatar belakang candi. Untuk menambah keindahan penampilan pertunjukan malam hari, permainan lampu menjadikan efek pertunjukan semakin seru, bagus dan keren.

Dalam pertunjukannya, Penari Kuda Lumping biasanya terbagi menjadi 3 bagian. Pada bagian pertama biasanya dilakukan oleh beberapa penari wanita, dengan menunggangi kuda mereka menari dengan gerakan yang lembut dan dinamis. Kemudian pada bagian kedua, biasanya dimainkan oleh beberapa penari pria. Pada bagian ini para penari menari dengan gerakan yang menggambarkan keberanian para prajurit penunggang kuda di medan pertempuran.
 
"Dan yang terakhir adalah bagian yang dimainkan oleh beberapa pria yang menunggangi kuda. Sambil memainkan pecut, mereka menari mengikuti iringan musik," tandasnya. [zul]


Komentar Pembaca