Pertama di Indonesia, Kota Bandung Larang Asbes di Bangunan Bisnis

Kesehatan  JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 09:25 WIB

Pertama di Indonesia, Kota Bandung Larang Asbes di Bangunan Bisnis

MoeslimChoice | Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi pemerintah daerah pertama di Indonesia yang menerapkan aturan (regulasi) melarang penggunaan asbes. Meskipun baru menerapkannya untuk bangunan bisnis dan komersial, regulasi itu penting lantaran asbes memiliki efek samping negatif terhadap kesehatan manusia.

"Semoga, langkah Bandung menerbitkan aturan tersebut menjadi tahap awal pelarangan penggunaan asbes di seluruh Indonesia," ucap Koordinator Kampanye Asbestos Safety and Eradication Agency Australia Philip Hazelton di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis, 6/2/20.

Pak Philip datang ke Balai Kota Bandung untuk menyerahkan penghargaan dan Certificate of Recognition to Eliminating Asbestos-related Diseases (sertifikat pengakuan untuk mengurangi asbes terkait dengan ragam penyakit) dari Asbestos Safety and Eradiction Agency. Lembaga ini merupakan bagian dari Union Aid Abroad- Australian People for Health, Education and Development Abroad (APHEDA), lembaga bantuan luar negeri Australia.

Regulasi larangan asbes di Kota Bandung tercantum pada Perda o 14 Tahun 2018 tentang Bangunan Gedung. Hazelton berharap Perda ini juga akan mencakup semua bangunan, bukan hanya bangunan bisnis atau komersial.

Ia menyadari bahwa pelarangan penggunaan asbes juga tak akan bisa berjalan secara instan. Jadi, Philip berharap kepada jajaran Pemkot Bandung agar menjalankan upaya guna membangun kesadaran masyarakat akan ancaman bahaya asbes. "Australia memerlukan waktu sampai 17 tahun untuk mencapai nol penggunaan asbes," ucap Pak Philip.

Dia bilang, partikel dari asbes bisa menimbulkan berbagai penyakit, di antaranya, asbestosis dan kanker (paru-paru, ovarium, laring, mesothelioma). Sepengetahuan Philip, terdapat sekitar 1.000 warga Indonesia yang mengalami sakit dengan gejala mirip penyakit akibat asbes per tahun.

"Lantaran banyak perokok di Indonesia, penyebab utama kemunculan jumlah kasus penyakit tersebut menjadi samar. Akan tetapi, sudah ada enam orang yang terkonfirmasi terkena penyakit asbestosis. Penyakit tersebut bisa timbul akibat partikel berukuran sangat kecil yang masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan secara berkesinambungan dalam kurun waktu lama, sekitar 20 tahun," tutur Philip.

Perihal pilihan material pengganti asbes, Philip mengatakan, tersedia cukup banyak di pasaran. Beberapa di antaranya, material berbahan kalsiboard, ardex, logam ringan. Menurut Philip, sejumlah material tersebut berharga relatif murah dengan cara penggunaan praktis, sama seperti asbes.

Saat ini, Pemkot Bandung baru bisa mengontrol penggunaan asbes terbatas pada gedung komersial dan pembangunan perumahan berskala besar. Kontrol itu dilakukan pada saat pengembang akan mengajukan izin mendirikan bangunan.

“Kami masih kesulitan mengontrol penggunaan asbes untuk masyarakat umum, seperti di rumah-rumah karena itu tadi, mudah dan murah. Tapi kami melarang penggunaan asbes di gedung komersial dan proyek perumahan,” jelas Wakil Wali Kota Yana Mulyana.

Oleh sebab itu, lanjutnya, yang bisa dilakukannya adalah dengan memberikan edukasi kepada warganya akan bahaya penggunaan asbes. Kini telah banyak material lain yang bisa menjadi alternatif pengganti asbes yang kualitas dan harganya hampir sama.

“Kita edukasi terus karena asbes itu ternyata sangat berbahaya. Saya kira nggak apa-apa kita ganti ke yang lain (selain asbes) dari pada nanti bahaya yang ditimbulkan kan jauh lebih mahal,” tandasnya.

Iya atuh...


Komentar Pembaca