Insya Allah, 300 Orang Suku Tau Ta Wana Jadi Mualaf Massal Pada Pertengahan Februari Ini

Daerah  RABU, 12 FEBRUARI 2020 | 21:19 WIB

Insya Allah, 300 Orang Suku Tau Ta Wana Jadi Mualaf Massal Pada Pertengahan Februari Ini

Ustadz Fitroh bersama warga suku Tau Ta Wana, Pegunungan Tokala, Kabupate. Morowali Utara, Sulawesi Tengah/ist

Moeslimchoice | Insya Allah pada tanggal 14 Februari 2020 mendatang, Mualaf Center Nasional Aya Sofya Indonesia dan  Ormas lainnya diantaranya GIUS  (Gerakan Islam Untuk Semua) serta Yayasan Dakwah Muallaf, akan mensyahadatkan lebih dari 300 orang Suku Wana (Tau Taa Wana) di pedalaman pegunungan Tokala, Kabupate. Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Suku Wana adalah sebuah suku yang tinggal di pegunungan dengan sejarah yang sangat tua di dunia. Disegani dengan senjata sumpitnya yang beracun melebihi racun cobra.

Kerap disebut sebagai Tau Taa Wana, yang bermakna: orang yang tinggal di hutan. Namun, mereka juga kerap menyebut diri sebagai Tau Taa atau orang Taa.

Suku Wana dipercaya telah ada di Sulawesi sejak 8.000 tahun yang lalu. Sebelum akhirnya mendiami kawasan Pegunungan Tokala, Lipu Sumbol, Desa Taronggo, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Mereka berbicara dalam bahasa Taa. Dan beragama animisme, penyembah pohon dan batu. Kerap hidup di semak-semak dan pepohonan. Mayoritas tidak dapat berbahasa Indonesia.

Hingga kini suku Wana banyak yang bertahan hidup dengan cara nomaden. Banyak yang masih belum berpakaian. Dan hidup sebagaimana Indonesia masih jauh dari zaman kemerdekaan.

Alhamdulillah, atas berkah Allah, Kepala Suku Wana akhirnya telah masuk Islam. Sehingga secara mudah akan diikuti oleh masyarakat yang lainnya. Dan insya Allah inilah momen pensyahadatan terbesar di dunia.

“Rencannyaa kami ke sana akan membawa hadiah berupa pakaian-pakaian baru yang pantas untuk mereka kenakan, beserta mukenah dan baju koko. Namun, ada kebutuhan mereka yang lebih penting untuk selayaknya dihadirkan bagi mereka. Yakni, hadiah berupa uang, mengingat kondisi mereka membutuhkan concern dan care dari kita semuanya,” tulis panitia penyelenggara pensyahadatan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi melalu WhatsApp Group (WAG), Rabu (12/2/2020) .

Dengan pensyahadatan 300 orang ini, lanjut WAG tersebut, panita rencananya akan memberikan sedekah hadiah berupa uang Rp 200 ribu per orang.  Jadi estimasi pendanaan yang dibutuhkan adalah sekita Rp 60 Juta rupiah.

Dilihat dari anngaran yang dibutuhkan, angka tersebut tidaklah besar. Namun para ulama kerap berpesan, “Berbuat baik jangan diborong semua sendirian. Tapi ajak yang lainnya.”

Maka dari itu, melalu WAG tersebut, panitia mengajak siapa saja yang ingin menjadi bagian dari kegiatan pensyahadatan tersebut, dapat berdonasi melaui rekening Mualaf Center Nasional Aya Sofya Indonesia, Bank Mandiri: 141-00-00-4040-12, An. Yayasan Thoriqussalam Indonesia QQ Aya Sofya Indonesia. Mahon cantumkan tiga digit angka terakhir dengan angka 077. Contoh: 50.077.

Sementara itu, Ustadzah Fitroh Nazar Nurdin, Direktur Muallaf center Aya Sofya Indonesia mengungkapkan bahwa saat ini dia sudah berada di lokasi sejak kemarin. Saat ini dia bersama tim sedang mempersiapkan kegiatan syahadat massal tersebut.

“Ini bukan Hoaxs Mas. Saat ini saya sudah berada di lokasi untuk menyiakan acara syahadat massal nanti. Mohon doanya semoga acara berjalan lancar,” kata saat dihubungi moeslimchoice.com, Selasa (12/2/2020).

Turut terlibat dalam kegiatan ini diantaranya adalah Ketua GIUS (Gerakan Islam Untuk Semua),Ustadzah Nevi Amalia Nanlohy dan Ustadz Insan Ls Mokoginta dari Yayasan Dakwah Muallaf.  

Sebagai informasi, Mualaf Center Nasional Aya Sofya Indonesia adalah lembaga sosial yang didirikan untuk semua golongan. Lembaga ini membantu dan advokasi bagi para mualaf di seluruh Indonesia dengan founder Ustadz Insan LS Mokoginta. Informasi lengkap menganai pengsyahadatan massal tersebut dapat dilihat di http://ayasofya.id/300-orang-suku-tau-taa-wana-berbondong-bondong-masuk-islam/, [zul]


Komentar Pembaca