Menteri Kesehatan Saudi: Tidak Ada Kasus Virus Corona di Arab Saudi

Kabar Tanah Suci  RABU, 12 FEBRUARI 2020 | 18:55 WIB

Menteri Kesehatan Saudi: Tidak Ada Kasus Virus Corona di Arab Saudi

foto/net

Moeslimchoice. Bagi masyarakat Indonesia yang ingin menjalankan atau melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci, Makkah  tak perlu khawatir terkait adanya virus mematikan CoVid-19. Pasalnya, Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi pada Selasa (11/1) mengumumkan, bahwa sampai saat ini tidak ada kasus virus corona yang terdeteksi di negara itu, Saudi Press Agency melaporkan.

MC Award 2

Pusat Komando dan Kontrol kementerian (CCC) Arab Saudi, tengah mengikuti perkembangan tentang wabah di China dan sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengatasi dan menangani masalah global itu.

CCC menangani keadaan darurat kesehatan masyarakat di Kerajaan Arab Saudi dan bekerja di bawah pengawasan kementerian. Ini berfungsi dalam kerja sama dengan spesialis lokal dan internasional, dan memelihara kemitraan dengan organisasi global untuk memastikan kesiapan dan kecepatan ketika menghadapi ancaman kesehatan masyarakat.

Demi mencegah masuknya virus tersebut, Arab saudi mengambil langkah-langkah pencegahan, meningkatkan infrastruktur kesehatan, melatih personil, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan, menyiapkan rencana kerja untuk diterapkan jika terjadi ancaman kesehatan, di samping pelatihan simulasi tentang rencana aksi untuk menghadapi risiko.

Selain itu juga melakukan pemantauan epidemiologis dan memonitor kemungkinan ancaman. Ini adalah yang pertama untuk menanggapi ancaman kesehatan masyarakat, mengembangkan rencana tindakan khusus untuk mengatasinya, dan memantau semua tanggapan terhadap ancaman itu.

Sejak ditemukannya virus Corona di China, CCC telah mengambil beberapa langkah pencegahan, menerapkan peraturan kesehatan internasional untuk kasus-kasus seperti itu, dan sepenuhnya berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menangani wabah dan mengatasinya.

Mereka telah memonitor situasi epidemiologis dengan bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sumber-sumber lain yang tersedia, berkoordinasi dengan Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi untuk menilai penerbangan langsung dan tidak langsung dari dan ke China untuk memberikan informasi kepada orang-orang yang mungkin bepergian ke daerah-daerah di mana infeksi telah dicatat, memantau orang-orang yang datang dari daerah ini, memeriksanya dan menindaklanjutinya dengan mereka untuk memastikan keselamatan mereka.

Pada Selasa (11/2), kantor berita Reuters melaporkan, bahwa jumlah kematian akibat virus korona di China telah melampaui 1.000. Sekarang ada lebih dari 42.000 kasus yang dikonfirmasi dari virus di China serta 319 kasus di 24 negara lain, termasuk satu kematian, menurut WHO dan pejabat kesehatan China. [mel/ArabNews]


Komentar Pembaca