Digital Branding, Kunci Memenangi Kompetisi e-Bisnis

Ekonomi  RABU, 12 FEBRUARI 2020 | 11:30 WIB

Digital Branding, Kunci Memenangi Kompetisi e-Bisnis

Elsya Tri Ahaddini, mantan Komisioner KPU yang kini menapaki sisi eksklusif e-bisnis

MoeslimChoice | Setiap perusahaan yang berniat memperkokoh digital branding-nya perlu memahami lebih dalam tentang bagaimana konsumen berinteraksi dengan brand mereka melalui media digital. Pemahaman ini tak hanya memengaruhi pemasarannya, tapi juga operasi bisnisnya.

Hal itu disampaikan Elsya Tri Ahaddini, owner sekaligus Manajer Konten Jasa Penulisan Artikel Gibera Kata (www.giberakata.com).

Digital branding yang kuat bakal membantu mengedepankan keunikan sebuah usaha. Di pasar yang hiruk pikuk, hal itu jadi penting, untuk menempatkan bisnis dalam posisi terbaik. Setidaknya, begitulah pengalaman saya bersama Gibera Kata,” katanya, saat ditemui MoeslimChoice di Kantor Gibera Kata, Jalan Raden Suyud, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (12/2/2020).

Menurut Elsya, brand merupakan “sesuatu” yang akan terlintas di pikiran orang ketika mendengar suatu nama disebutkan. Jika bisnis ingin sukses, maka branding perlu diperkuat.

“Salah satu strategi pemasaran dan penguatan branding yang jitu adalah dengan mem-posting konten-konten berkualitas di website bisnis,” sebutnya.

Konten berkualitas, sambung Elsya, bisa dalam bentuk artikel SEO dan non-SEO, copywriting, atau deskripsi produk yang menarik. Hal ini pula yang jadi fokus Gibera Kata dalam melayani customer-nya.

“Penulis-penulis di Gibera Kata cukup jeli dalam membidik tema-tema berkualitas yang bisa mendongkrak angka konversi suatu website bisnis. Dengan memanfaatkan dunia digital secara optimal seperti ini, maka insya Allah bakal terbuka peluang sukses menjadi nyata. Subhanallah,” katanya.

Dalam e-bisnis, digital branding merupakan kunci untuk membangun hubungan yang kokoh dengan target audiens.

Dulu, sambung pendiri Gibera Kata ini, praktik bisnis banyak dilakukan dengan tatap muka langsung. Kini, semuanya jauh lebih praktis.

“Karena keberadaan wasilah media elektronik, kini ada konsep lain yang lebih ramah terhadap kemajuan. Ini juga merupakan bukti bahwa syariat Islam merupakan shalihun li kulli al-zamân wa al-makân atau senantiasa sesuai dengan era dan massa,” katanya.

 

Jejak Kepenulisan

Serius menangani Gibera Kata, sebenarnya Elsya cukup lama berkiprah di dunia penulisan konten website. Baginya, dunia menulis bukanlah hal baru. Walaupun hanya berupa karangan sederhana, Elsya sudah memperlihatkan ketertarikannya pada dunia menulis sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, karya-karyanya mulai bermunculan di berbagai media massa, seperti Harian Umum Pikiran Rakyat, Harian Kedaulatan Rakyat, Galamedia, Inilah Koran, Tribun Jabar, Harian Bernas, dan sebagainya.

Memasuki tahun 2009, Elsya mengelola beberapa website bisnis. Aktivitas ini berlangsung hingga tahun 2013.

Tahun 2013-2018, Elsya dipercaya menangani media center KPU Kabupaten Sumedang Jawa Barat, juga memegang posisi Ketua Divisi yang membidangi Humas merangkap Ketua Divisi Hukum.

Selanjutnya, tahun 2018-2019, dia menempati posisi Pemimpin Redaksi Media Online Ruang Berita (Ruber), serta menjadi Pemimpin Redaksi Media Online Khatulistiwa Baca (Katusba) di tahun 2019 dan menangani Gibera Kata hingga sekarang.

 

Lebih Terjangkau

Selepas menjalankan tugas sebagai Komisioner KPU Kabupaten Sumedang, Elsya —yang pada dasarnya “tak bisa diam”— kembali menekuni dunia menulis seperti sebelumnya.

“Kali ini saya mengerahkan segenap kemampuan untuk Gibera Kata. Pasalnya, saat ini, kebutuhan konten sebagai salah satu strategi marketing berbasis internet, semakin besar,” ungkapnya.

Memasuki era revolusi industri 4.0, persaingan usaha di bidang jasa konten memang kian ketat. Namun, Gibera Kata hadir dengan membawa keunggulannya sendiri.

Selain menyediakan artikel SEO dan non-SEO berbahasa Inggris maupun Indonesia, Gibera Kata juga lebih variatif dalam hal jenis artikel.

Jasa penulisan artikel personal branding, company branding, dan opini, hanya terdapat di lapak Gibera Kata.

“Selain itu, untuk jenis copywriting dan deskripsi produk, Gibera Kata pasang banderol lebih terjangkau. Alasannya, demi mendukung pengembangan UKM-UKM berbasis online,” katanya.

Bagi Elsya, menulis merupakan aktivitas olah pikir yang eksploratif.

“Tak sekadar merangkai kata, tulisan juga idealnya bisa memberikan sentuhan emosional pada pembacanya,” katanya.

Dikatakan Elsya, proses pemesanan konten melalui Gibera Kata dipastikan sangat mudah.

“Lapak kami user friendly. Sama saja seperti belanja di toko online. Tinggal klik www.giberakata.com, pembeli bisa memilih apa yang dibutuhkannya. Di web juga terdapat tutorial pemesanan. Sangat mudah,” tutur Elsya, seraya menambahkan bahwa pihaknya juga menyediakan konsultasi penulisan konten secara gratis.

Saat ini, selain menangani media online dan Gibera Kata, ibu tiga anak ini juga aktif memberikan pelatihan menulis pada para mahasiswa di kotanya.

Dihubungi terpisah, Deswita Renata (39), pengusaha kuliner asal Bandung, mengungkapkan rasa puasnya atas layanan Gibera Kata.

Website kuliner saya pernah mati selama hampir setahun. Lalu saya kontrak dengan Gibera Kata untuk jangka waktu setahun. Nah, sekarang, web saya kinclong lagi. Gibera Kata memang recommended, tuturnya. [yhr]


Komentar Pembaca