DPR-RI Dukung Isra Mi’raj Akbar Bela Baitul Maqdis

BERITA  SELASA, 11 FEBRUARI 2020 | 17:40 WIB | Adhes Satria

DPR-RI Dukung Isra Mi’raj Akbar Bela Baitul Maqdis

Moeslimchoice | Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi 1 DPR-RI menerima Delegasi Panitia Isra Mi'raj Akbar Bela Baitul Maqdis KIBBM yang dipimpin Ahmad Isrofiel Mardlatillah selaku Ketua Panitia.

Dari Komisi I hadir Abdul Kharis dari Fraksi PKS Dapil Jateng sebagai Wakil Pimpinan Komisi, beserta Ilham Pangestu dari Fraksi Golkar Dapil Aceh dan Yan Parmenas Mandenas dari Fraksi Gerindra Dapil Papua.

Setelah penyampaian amanat rincian rencana Kegiatan Isra Mi'raj dari Konser Kemanusiaan, Road Show Mimbar Aqsha dan Acara Puncak Isra Mi'raj Akbar, Komisi I menyampaikan dukungannya bagi semua upaya masyarakat dalam pembelaan Palestina khususnya untuk acara yang telah disampaikan delegasi dengan tekhnis yang akan dikomunikasikan selanjutnya.

Diakhir, Delegasi menyerahkan Pernyataan Sikap Penolakan terhadap Proposal Trump dan agar menjadi perhatian pemerintah. Seperti diberitakan sebelumnya, Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis  (KIBBM) mewakili elemen rakyat Indonesia, menyatakan sikapnya.

Pertama, sikap diam dan membiarkan persoalan penjajahan yang terjadi di Palestina, bertentangan dengan jati diri bangsa dan menyalahi amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Republik Indonesia.

Maka merupakan kewajiban nasional, bagi setiap elemen bangsa baik di semua lembaga pemerintahan maupun rakyat, untuk menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan hak-hak penuh kemerdekaan Palestina.

Kedua, apa yang dilakukan Presiden Amerika dan Israel merupakan pelanggaran HAM dan pembangkangan atas upaya perdamaian oleh berbagai lembaga internasional yang didukung oleh mayoritas negara-negara dunia, seperti PBB, OKI, dan lain-lain. Terlebih lagi, sikap mengabaikan kemerdekaan Palestina, bertentangan dengan amanah Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung.

Ketiga, mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia dalam forum OKI, serta mendesak pemerintah RI untuk bersikap lebih tegas lagi dalam membela kemerdekaan Palestina dan melawan upaya merusak perdamaian dunia oleh Trump dan Israel.

Bahkan Indonesia harus menjadi pusat perjuangan Palestina di kawasan Asia Tenggara karena terkait posisinya sebagai pemimpin ASEAN dan negeri muslim terbesar di dunia.

Keempat, tidak pantas Presiden Amerika Trump, Israel dan sekutunya membicarakan perdamaian sementara pelanggaran-pelanggaran pemukiman Israel di wilayah Palestina dan blokade Gaza tidak dihentikan. Sebagaimana tidak ada perdamaian hakiki sebelum hak kembali 6 juta pengungsi Palestina terwujud dengan pulang ke tanah air mereka.

Kelima, mengutuk segala bentuk normalisasi hubungan dengan Israel di segala aspek, karena hal tersebut merupakan dukungan terhadap kejahatan, pelanggaran dan penjajahan Israel serta mengkhianati perjuangan rakyat Palestina yang menjaga situs-situs suci di sana.

Keenam, menyerukan kepada berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat baik lembaga maupun tokoh, untuk mengesampingkan berbagai perselisihan dan berdiri satu barisan membela Palestina untuk merdeka dengan ibukota Al-Quds. (des)

 


Komentar Pembaca