Defisit BPJS Kesehatan Bisa Ditangani dengan Turunkan Bunga Utang

Ekonomi  SABTU, 08 FEBRUARI 2020 | 06:04 WIB

Defisit BPJS Kesehatan Bisa Ditangani dengan Turunkan Bunga Utang

MoeslimChoice | Pemerintahan Presiden Joko Widodo bisa menutupi defisit BPJS Kesehatan jika bisa mengurangi persentase bunga utang ke Bank Dunia. 

Begitu kata ekonom senior, Rizal Ramli menjawab tema diskusi yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/2). 

Diskusi bertema "BPJS Bagi Rakyat, Manfaat atau Mudharat?”, turut dihadiri anggota DPR RI dari Fraksi PKS Ansory Siregar; praktisi kesehatan PADI Medika Indonesia, dr. Andry Pri Handono; dan perwakilan KSPI. Menurut Rizal, pemerintah bisa memberikan suntikan dana melalui anggaran negara yang terbuang sia-sia hanya untuk membayar bunga hutang. 

"Indonesia minjam (uang ke Bank Dunia), bunga utangnya itu 7 persen setahun, negara lain minjam cuman 3 persen setahun, selisihnya 4 persen," ujar Rizal Ramli. 

Tingginya persentase bunga utang tersebut yang menjadi penyebab utama beban keuangan negara yakni mencapai Rp 295 triliun. Sehingga kata Rizal, jika ditambah dengan utang pokoknya sebesar Rp 351 triliun, maka total utang yang harus dibayar Indonesia senilai Rp 646 triliun. 

"Bayangkan bayar bunga Rp 295 triliun. Kok bisa negara lain minjam bunganya hanya 3 persen sampai 4 persen?" katanya. Sehingga, Rizal menyarankan agar pemerintah bisa melakukan negosiasi dengan Bank Dunia untuk menurunkan persentase bunga utang tersebut. 

"Nah seandainya kita negosiasi utang kita, dikurangi aja 1,5 persen, selisihnya itu Rp 30 triliun. Buat nutup (defisit) BPJS Kesehatan mah ketutup. Sudah selesai," tegasnya. 

Bahkan kata Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur tersebut, jika pemerintah Indonesia mampu bernegosiasi agar bunga utang diturunkan hingga di angka 4 persen. Maka akan menghemat anggaran sekitar Rp 75 triliun. 

Anggaran tersebut bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. "Bisa buat macam-macam ya. Ini rakyat gak ngerti, bahwa kita dikibulin sama pejabat yang doyan ngutang," pungkasnya. (amn) 


Komentar Pembaca