Dokter yang Pertama Ingatkan Wabah Virus Corona, Tewas Terpapar

Internasional  JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 09:10 WIB

Dokter yang Pertama Ingatkan Wabah Virus Corona, Tewas Terpapar

Dokter Li Wenliang

MoeslimChoice | Dikabarkan Global Times, dokter Li Wenliang, petugas medis yang pertama kali mengingatkan soal virus corona di Tiongkok, dinyatakan meninggal pada Jumat (7/2/2020), pukul 02.58 waktu setempat, akibat terpapar wabah tersebut, padahal ia tengah menantikan kelahiran anak keduanya.

Kisah mengharukan itu menjadi salah satu kabar paling ironis dari serangan virus corona. Diketahui, Li Wenliang, yang merupakan dokter mata, termasuk di antara 8 orang yang ditangkap kepolisian Wuhan, Tiongkok, pada tanggal 1 Januari 2020, karena dianggap menyebarkan berita mengenai virus corona tanpa adanya konfirmasi.

Sejak Desember 2019, desas-desus mengenai virus tersebut sebetulnya sudah bermunculan, namun pemerintah Tiongkok belum mau mengakui dan mengumumkannya.

Dokter Li Wenliang (34) mendapat peringatan dari kepolisian Wuhan akibat pesan yang ia bagikan di grup alumni sekolah kedokteran pada 30 Desember 2019.

Dalam pesannya itu, dokter Li Wenliang memperingatkan rekan-rekannya mengenai 7 pasien yang berada di bangsal isolasi di rumah sakit tempat ia bekerja.

Ia juga menuliskan, ketujuh orang pasien itu terkena virus yang berasal dari pasar makanan laut lokal dan didiagnosis sementara dengan sindrom pernapasan akut parah (SARS).

Li Wenliang sendiri merupakan seorang dokter mata berusia 34 tahun asal Provinsi Liaoning, Tiongkok Timur Laut.

Ia terdaftar di Universitas Wuhan pada tahun 2004, dengan mengambil jurusan kedokteran klinis.

Dokter Li Wenliang pertama kali bekerja di Xiamen, Provinsi Fujian, selama 3 tahun. Kemudian ia kembali ke Wuhan dan sejak saat itu bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan.

Kepolisian Wuhan memberikan Li Wenliang teguran karena telah menyebarkan desas-desus mengenai virus dan meminta dia untuk menandatangani surat teguran. Setelah selesai urusannya dengan pihak kepolisian, Li kembali bekerja.

Ternyata, pada 3 Januari 2020, atau dua hari setelah penangkapan dokter Li Wenliang, Pemerintah Tiongkok mengakui dan mengumumkan adanya virus yang menyerang Wuhan.

Setelah pengakuan dan pengumuman itu, banyak petugas medis, termasuk dokter Li, yang bekerja tanpa henti untuk merawat para pasien yang terkena virus corona.

Secara tidak sengaja, dokter Li merawat salah satu pasien glukoma yang terinfeksi virus corona, sehingga ia tertular.

Pada 10 Januari 2020, Li mulai batuk-batuk, kemudian demam pada hari berikutnya. Sehingga, sejak tanggal 12 Januari 2020, ia pun dirawat di rumah sakit.

Meski sempat dinyatakan sudah negatif dari virus corona, dokter Li masih harus menjalani perawatan di ruang isolasi.

Dan, akhirnya, sebagaimana dikabarkan Global Times, dokter Li dinyatakan meninggal akibat virus corona pada Jumat (7/2/2020), pukul 02.58 waktu Tiongkok.

Li meninggal di Rumah Sakit Pusat Wuhan setelah mendapatkan perawatan darurat. Ia diberi perawatan darurat dengan ECMO (Oksigen Membran Ekstra-Korporeal) setelah jantungnya berhenti berdetak pada Kamis (6/2/2020), sekitar pukul 21.30 waktu setempat.

Awalnya, berita kematian Li Wenliang itu tidak diungkapkan. Media dan dokter diminta untuk menutupi kematian dokter Li tersebut.

Mereka diminta untuk mengubah cerita dengan mengatakan bahwa dokter Li Wenliang masih hidup dengan teknik oksigenasi darah.

Namun, rumah sakit tempat dia dirawat di Wuhan akhirnya mengkonfirmasi bahwa Li sebenarnya telah meninggal. Dan, kabar meninggalnya Li itu dirilis salah satu media di Tiongkok melalui akun Twitter resmi mereka.

Dikabarkan pula bahwa saat ini Li Wenliang bersama sang istri sedang menunggu kelahiran anak kedua mereka. Saat ini, keadaan istrinya yang sedang hamil pun dikabarkan dalam kondisi yang tidak baik.

Pada saat dirawat, sebelum kematiannya, Li Wenliang sempat mengatakan bahwa dirinya akan berada di garis depan untuk memerangi virus corona.

"Ketika virus corona masih terus menyebar, saya tidak akan pergi. Saya akan [kembali] bekerja di garis depan, ketika saya pulih," ujar Li Wenliang. [yhr]


Komentar Pembaca