Depok Mau Transportasi Monorel | Sudah Bicara ke Sekjen Kemenhub dan BPTJ

Daerah  JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 07:55 WIB | Ilham Akbar

Depok Mau Transportasi Monorel | Sudah Bicara ke Sekjen Kemenhub dan BPTJ

Wali Kota Depok dan Sekjen Kemenhub | Foto: Ist.

MoeslimChoice | Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mendukung rencana Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad membangun sarana dan prasarana Lintas Rel Terpadu atau Light Rail Transit (LRT). Direktur Prasarana BPTJ, Edi Nursalam mengaku, sudah menerima usulan Pemkot Depok untuk membangun transportasi rel tunggal alias monorel itu.

"Pada prinsipnya BPTJ mendukung karena usulannya sesuai dengan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ). Dan bila ini direalisasikan tentunya feeder KRL dan LRT Jabodetabek akan menjadi solusi kemacetan lalu lintas di Kota Depok," kata Edi Nursalam, Kamis, 6/2/20.

Sebelumnya, pada akhir Januari 2020 lalu, Wali kota Depok melalui akun instagramnya mengunggah rencana Pemkot Depok membangun moda transportasi baru itu dengan usulan mengembangkan empat koridor.Keempat koridor tersebut, pertama koridor 1 sepanjang 10,8 km yang dimulai dari Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina sampai Stasiun LRT Cibubur.

Koridor 2 sepanjang 16,7 km dari TOD Pondok Cina sampai Cinere dan akan terkoneksi dengan stasiun MRT Lebak Bulus. Koridor 3 sepanjang 10,7 km mulai dari TOD Depok Baru sampai Bojongsari dan koridor 4 sepanjang 13,8 km mulai dari TOD Depok Baru sampai TOD Gunung Putri.

Dalam keterangan unggahan akun tersebut, dijelaskan bahwa rencana ini sudah dikomunikasikan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Dalam diskusi tersebut, salah satunya kami mengusulkan untuk membangun transportasi umum berbasi rel yang nantinya dapat terkoneksi dengan moda transportasi umum lainnya," tulis Idris.

Pemkot Depok pun telah berkonsultasi dengan Sekjen Kementerian Perhubungan Djoko Sasono terait rencana ini. “Kami meminta arahan dari Kemenhub terkait rencana pembenahan transportasi di Kota Depok, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Saya juga meminta dikawal terkait bagaimana regulasi ke depannya,”  kata Idris.


Komentar Pembaca