Kejagung Tetapkan 1 Lagi Tersangka Jiwasraya | Berawal Pertemuan 2008

Hukum  JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 05:34 WIB | Ilham Akbar

Kejagung Tetapkan 1 Lagi Tersangka Jiwasraya | Berawal Pertemuan 2008

MoeslimChoice | Kejaksaan Agung menetapkan satu lagi tersangka dalam kasus skandal gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya. Dia adalah Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto (JHT). Keterlibatan Joko dalam skandal ini adalah perannya dalam mengompori pembelian saham-saham perusahaan tertentu oleh PT Jiwasraya.

 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengungkapkan, JHT pernah menemui dua tersangka Jiwasraya lainnya yakni mantan direktur keuangan PT Jiwasraya, Hary Prasetyo (HP); dan mantan kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan (SYH). Pertemuan berlangsung pada 2008.

 

"Intinya, tersangka bersama dengan HP dan SYH yang telah mengetahui kondisi keuangan MIG, ini saham sudah tidak bisa dikembangkan, kemudian diatur sedemikian rupa," kata dia di Kejagung, Kamis 6/2/20.

Di depan HP dan SYH, kata Hari, Joko memaparkan bagaimana caranya kondisi keuangan pada PT Jiwasraya yang memburuk itu diperbaiki dengan menjual saham-saham yang dibeli di Grup PT MIG atau Maxima Integra Group," ungkapnya

Menurut Hari, upaya mengarahkan PT Jiwasraya membeli saham tertentu itulah yang diduga penyidik Jampidsus Kejagung sebagai tindak pidana. "Bagaimana cara mengalihkan saham yang di Grup MIG tadi dilarikan ke reksadana dan sebagainya yang diduga itu melawan hukum," sambungnya.

Namun Hari belum merinci keterkaitan pengelolaan saham yang dilakukan JHT dengan janji fee broker. Namun, Kejagung menduga JHT melakukan tindak pidana bersama tersangka HP dan SYH. Detailnya akan diuraikan lebih lanjut dalam penyidikan.

JHT, menurut Hari, juga sudah pernah diperiksa sebelumnya sebagai saksi. Atas perbuatannya, JHT disangka melanggar Pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dengan penetapan Joko sebagai tersangka baru, Kejagung menggenapkan jumlah tersangka menjadi enam orang. Sebelum Joko, yang menjadi tersangka adalah Komisaris PT Hanson, Benny Tjokrosputro; mantan direktur keuangan PT Jiwasraya, Hary Prasetyo; Presiden Komisaris PT Tram, Heru Hidayat; mantan dirut Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan.


Komentar Pembaca