JK: Stok Masker PMI Masih Banyak, Jangan Khawatir!

Sosial  KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 07:25 WIB | Ilham Akbar

JK: Stok Masker PMI Masih Banyak, Jangan Khawatir!

MoeslimChoice | Menanggapi kekhawatiran masyarakat lantaran terjadi ekspor masker ke Tiongkok, Palang Merah Indonesia (PMI) menegaskan masih menyimpan stok masker sebanyak 170.000 kotak. Stok tersebut untuk mengantisipasi penularan virus corona di Indonesia.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia HM Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan selain untuk mitigasi risiko dalam negeri terkait dengan wabah virus corona yang kian menyebar, stok tersebut juga akan dikirimkan ke negara lain yang membutuhkan.

"Kami sudah kirim ke Hong Kong, juga Natuna. Stok kami masih banyak. Jangan khawatir," ujar JK di kediamannya, Rabu, 5/2/20 malam.

Selain itu, lanjut JK, PMI juga sedang menyiapkan satu juta boks masker. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona yang kini menyebar ke sejumlah negara.

"Salah satu program kita PMI mungkin kita bisa kampanye bagaimana menyiapkan sejuta boks masker. Itu yang paling sederhana," kata JK saat diskusi bertajuk 'Mitigasi Risiko dan Antisipasi Penyebaran Virus Korona'.

Apalagi, kata dia, harga masker bedah saat ini naik tiga kali lipat dari harga Rp40 ribu menjadi Rp150 ribu. Maka itu, menurutnya, Pemerintah Indonesia juga harus bisa mengontrol harga masker.

"Pertama-tama yang harus dilakukan pemerintah adalah mengontrol harga masker. Bikin harga batas atas," ungkapnya.

JK menambahkan, PMI sendiri sudah memberi bantuan ke Hong Kong dengan mengirim 50 ribu boks masker. Begitu juga ke Natuna sebanyak 20 ribu boks masker.

"Persediaan besar (masker) PMI punya. Kita ingin tambah menjadi sejuta jadi perlu kampanye," tukasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, Verdi Budidarmo mengaku persediaan masker N95 sudah di jaringan gerai perseroan sudah terbatas. Stok masker langka karena ada permintaan dalam jumlah besar.

Dia mengatakan masker N95 diborong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona. Menurut Verdi, Kimia Farma berperan penting sebagai badan usaha milik negara dalam menangani wabah virus corona: memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait pencegahannya.


Komentar Pembaca