Hakim Memvonis Suzethe Gangguan Jiwa Bawa Anjing ke Masjid | Bebas

Hukum  KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 05:55 WIB | Ilham Akbar

Hakim Memvonis Suzethe Gangguan Jiwa Bawa Anjing ke Masjid | Bebas

MoeslimChoice | Perkara Suzethe Margaret membawa anjing ke dalam masjid berakhir dengan pembebasan terdakwa penistaan agama itu. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Cibinong Bogor memvonis bebas Suzethe di sidang putusan di PN Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu, 5/2/20.

Terdakwa adalah wanita yang membawa anjing dan memakai alas sepatu di Masjid Al Munawaroh, Sentul, Bogor pada akhir Juni 2019 lalu. Ketua Majelis Hakim Indra Meinantha Vidi menyebut, terdakwa terbukti bersalah karena melakukan tindak pidana penodaan agama.

Namun majelis hakim memutuskan dia tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena mengidap gangguan jiwa. "Mengadili, satu menyatakan terdakwa Suzethe Margaret anak dari Harry Santoso terbukti secara sah melakukan tindakan pidana penodaan agama. Dua, menyatakan terdakwa gangguan kejiwaaan berat sehingga tidak dapat dihukum, tiga melepaskan terdakwa dari segala tuntun hukum," ucap Majelis Hakim Indra membacakan putusan persidangan.

Suzethe yang mengenakan baju biru bermotif bunga kemudian dibawa ke luar ruang sidang bersama kuasa hukumnya. Sidang putusan ini pun mendapat pengawalan cukup ketat dari aparat kepolisian.

Suzethe sendiri sejak awal mampu mengikuti proses persidangan dengan baik dan tenang. Pada sidang-sidang sebelumnya, setiap pertanyaan dari majelis hakim mampu dijawab oleh SM dengan baik.

Peristiwa Suzethe membawa anjing ke masjid terjadi pada Minggu, 30/6/19. Saat itu ia masuk ke Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Bogor dengan mengenakan sepatu dan membawa seekor anjing. Videonya viral dan akhirnya mengundang kehebohan.

Namun, SM diamankan pihak kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penodaan agama. Akhirnya pengadilan memvonisnya mengidap gangguan jiwa sehingga bebas dari tututan hukum.

Setelah pembacaan putusan, sejumlah orang yang hadir mengikuti jalannya persidangan nampak kecewa dengan keputusan majelis hakim. "Mudah-mudahan gila beneran," ungkap seseorang yang hadir di persidangan.


Komentar Pembaca