Kembangkan Detektor Virus Corona Berakurasi Tinggi, Unair: Sesuai Standar WHO

Kesehatan  SELASA, 04 FEBRUARI 2020 | 11:15 WIB

Kembangkan Detektor Virus Corona Berakurasi Tinggi, Unair: Sesuai Standar WHO

Rektor Unair Surabaya, M. Nasih

MoeslimChoice | Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, memiliki reagen untuk mendeteksi virus corona.

Reagen jenis premiere specific ini dikembangkan hasil kerjasama antara kampus Unair dengan Kobe University, Jepang.

Reagen ini sifatnya spesifik untuk mengidentifikasi virus corona tipe 2019 n-Cov yang menyebar dari Wuhan, Tiongkok.

Rektor Unair, M. Nasih, menyampaikan, reagen ini lahir karena sekarang masih banyak keraguan masyarakat yang mengatakan apakah WNI yang dipulangkan dari Wuhan benar-benar negatif dari terpaan corona.

Mengingat negara tetangga, seperti Filipina dan Singapura, sudah ada yang terdeteksi terjangkit virus corona.

Keraguan masyarakat, antara lain, mengenai apakah Indonesia mampu melakukan pendeteksian secara tepat dan presisi terhadap virus corona.

Hal ini diperkuat lembaga penelitian di Indonesia yang belum memiliki reagen yang dapat mengidentifikasi corona secara spesifik yang merupakan virus jenis baru.

"Reagen ini akurat mendeteksi seseorang yang suspect atau terkonfirmasi virus corona jenis Wuhan, bukan corona yang lain. Ini merupakan berita baik untuk meyakinkan masyarakat luas akan status positif dan negatifnya virus corona di Indonesia," katanya dalam konferensi pers, Senin (3/2/2020).

"Sebab jangan sampai di media menyebut tidak ada tapi di lapangan sebenarnya ada (reagen corona), karena reagen-nya tidak spesifik Wuhan," sambungnya.

Nasih menambahkan, reagen ini sudah sesuai dengan standar WHO. Di mana di Indonesia hanya ada dua lembaga yang memiliki reagen untuk identifikasi corona Wuhan tersebut, yakni milik Balitbang Kementerian Kesehatan dan Unair.

Untuk dapat memanfaatkan reagen guna identifikasi virus corona tersebut, Nasih mengarahkan agar masyarakat memanfaatkan lembaga Laboratorium Penelitian Terpadu (LPT) milik Unair.

Dijelaskan Nasih, melalui reagen ini, proses identifikasi virus corona dapat dilaksanakan dengan cepat.

Hanya dalam hitungan jam, bisa langsung teridentifikasi apakah pasien terkena corona atau tidak dengan tingkat akurasi mencapai 99 persen.

"Gejala positif atau negatifnya mengikuti reagen itu. Sehingga jika dahak suspect bereaksi dengan reagen, dapat diketahui dia positif corona atau sebaliknya ditunjukkan dari garis pada reagen," lanjutnya. 

Nasih menjelaskan bahwa untuk merumuskan reagen ini, Tim LPT Unair dengan peneliti dari Universitas Kobe mengambil sampel gen dari pusat penelitian di Jerman.

Di mana gen virus corona yang masuk dalam kategori advance influenza dapat diakses terbatas. Berbeda untuk virus lain yang dapat diakses bebas.

"Sebelumnya kita masih menggunakan mekanisme alat yang lama (untuk mengidentifikasi corona), jadi belum akurat. Lewat reagen ini, semoga jika ada suspect hasil menunjukkan negatif tapi jaminan benar negatif berdasarkan alat yang presisi. Jadi kepercayaan masyarakat terhadap penelitian semakin tinggi," paparnya.

Berkenaan dengan identifikasi dan penyembuhan serta penanganan obat bagi pasien corona, Nasih menegaskan bahwa Unair siap memberikan layanan tersebut.

Ada puluhan tim yang siap memberikan layanan lewat jalinan kerjasama dengan tim ahli dari RSUD Dr. Soetomo, RS Unair, LPT, dan beberapa pakar yang dikepalai oleh Prof. dr. Soetjipto, M.S., Ph.D. [yhr]


Komentar Pembaca