Demam Coblok Serang Pacitan

Daerah  SELASA, 04 FEBRUARI 2020 | 07:35 WIB

Demam Coblok Serang Pacitan

Bibit dan tanaman porang atau "coblok"

MoeslimChoice | Mulai meningkatnya intensitas curah hujan mendorong sebagian besar petani di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, segera menyerang lahan perkebunannya masing-masing.

Melesatnya harga porang (Amorphophallus muelleri BI), yang di Pacitan biasa disebut “coblok”, juga melahirkan demam tersendiri di sana.

Bahkan, warga Pacitan yang satu ini rela menjual kambingnya demi memodali pembelian benih dari tanaman yang dikenal memiliki seabrek manfaat luar biasa ini.

Agus (45), warga Kecamatan Kebonagung, mengaku nekat menjual kambingnya demi mendapatkan modal sebesar Rp 2 juta untuk membeli benih porang.

“Saya sampai nekat menjual kambing demi melaksanakan niat membeli bibit porang. Alhamdulillah, saya mendapat harga bibit yang relatif murah. Padahal, dari berbagai kabar di media sosial, harganya masih tinggi. Maka, saya berusaha mencari ke sana ke mari untuk mendapatkan yang agak murah,” katanya kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Senin (3/2/2020).

Berpijak pada keyakinan, mulai dari model perawatannya yang mudah sementara harga jualnya sangat ciamik, Agus memutuskan banting stir menjadi petani coblok.

“Pertimbangannya, perawatan tanaman ini sangat mudah, pertumbuhannya cepat, sementara harga jualnya sangat menggiurkan. Apalagi, kabarnya, tingkat permintaan porang di Indonesia kian tinggi,” paparnya.

Pembaca tentu masih ingat dengan nama Paidi, pemulung asal Madiun, Jawa Timur, yang tahun lalu mampu meraup untung hingga miliaran rupiah dari tanaman porang.

Porang, atau coblok di Pacitan, adalah sejenis tanaman penghasil umbi. Tak ubahnya seperti ubi, suweg, dan talas, umbi porang pun dapat dikonsumsi.

Tanaman jenis ini, menurut Wikipedia, tersebar mulai dari Kepulauan Andaman, India, kemudian ke Myanmar, Thailand, dan Indonesia.

Ia bisa tumbuh di sembarang lokasi, seperti di pinggiran hutan jati, di bawah rumpun bambu, di tepian sungai, semak belukar, atau di bawah aneka pohon rindang. Berat umbi porang bisa mencapai 5 kilogram.

Umbi yang satu ini termasuk ke dalam jenis tanaman obat. Glukomanan yang terkandung dalam tanaman porang menjadi salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Setiap 100 gram porang disebutkan hanya mengandung 3 kalori.

Maka, porang pun disebutkan membawa beragam manfaat, baik untuk kesehatan maupun industri pangan dan obat-obatan.

Di Filipina, tepung porang digunakan untuk pengganti terigu dan bahan baku roti. Rasanya yang netral membuat tepung porang mudah dipadupadankan dengan bahan makanan lain.

Sementara di Jepang, porang dimanfaatkan untuk campuran makanan mie sgirataki dan konnyaku.

Nah, di Pacitan, saat ini, porang atau coblok telah memicu “keedanan” tersendiri bagi sebagian besar petani.

Bukan cuma Agus yang nekat menjual kambingnya, bahkan warga dari kalangan ekonomi mapan pun kini ikut sibuk mencari lahan sewaan dengan iming-iming bagi hasil untuk bertanam coblok.

Joko Siswanto (50), warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, rela blusukan ke Pacitan untuk mencari lahan milik warga setempat yang bisa disewa atau diajak bagi hasil demi melampiaskan ketergiurannya pada porang.

"Saya datang ke Pacitan ini dalam rangka mencari kolega untuk tanaman porang. Saya sewa tanahnya, atau saya ajak bagi hasil. Alhamdulillah, saya sudah mendapatkan 6 lahan di 3 kecamatan, yakni di Sudimoro, Tulakan, dan Kebonagung," kata Joko kepada MoeslimChoice.

Ia mengaku sempat mengalami kebangkrutan saat berbisnis di bidang pakan ternak. Maka, ia mencoba bangkit dari keterpurukannya itu dengan menanam porang, sekalipun harus mencari lahan hingga ke luar daerah tempatnya tinggal. [yhr]


Komentar Pembaca
Jk Sebut Masjid Sebagai Pusat Peradaban

Jk Sebut Masjid Sebagai Pusat Peradaban

Kamis, 09 Juli 2020 | 22:25

Muslimah Inggris Dinobatkan Sebagai Dokter Terbaik
New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

Minggu, 05 Juli 2020 | 02:30