Menko Airlangga Persilakan Akademisi Sampaikan Kritik dan Saran

Ekonomi  KAMIS, 30 JANUARI 2020 | 06:41 WIB

Menko Airlangga Persilakan Akademisi Sampaikan Kritik dan Saran

MoeslimChoice | Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berupaya memperkuat sinergi dan komunikasi dengan pihak akademisi. Pemerintah membutuhkan peran pemangku kepentingan ini dalam bentuk kritik dan saran terhadap suatu rumusan kebijakan. Kampus juga diharapkan dapat membantu mengomunikasikan kebijakan pemerintah kepada publik.

“Peran aktif akademisi dalam mengawasi dan memberikan saran atas rumusan dan implementasi kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan dan kami sangat terbuka untuk hal itu,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kesempatannya menjadi narasumber kuliah umum di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya, 29/1/20.

Kuliah umum bertempat di Aula Fadjar Notonagoro, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR. Acara kuliah umum ini bertema utama “Arah Perkembangan Perekonomian Indonesia ke Depan dalam Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Sesuai dengan tema, di hadapan civitas akademika kampus UNAIR Menko Airlangga menyampaikan pula arah pembangunan ekonomi indonesia termasuk dalam hal pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Meski dihadapkan pada tantangan perlambatan ekonomi global, perekonomian Indonesia tetap tumbuh stabil dan berkualitas. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang stabil pada kisaran lima persen, inflasi yang rendah dan stabil, persepsi iklim investasi yang membaik, menurunnya tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran serta membaiknya rasio gini.

Membuka kuliah umumnya, Airlangga menyoroti ketidakpastian yang hadir dalam perekonomian global saat ini. Dia bilang hampir setiap negara di dunia memiliki tren pertumbuhan ekonomi yang berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi global. Namun kawasan ASEAN sejauh ini di atas rata-rata

“Ada banyak peristiwa yang memberi dampak signifikan pada ekonomi global. Melemahnya European Union karna Brexit, Asia Timur memanas karena persaingan Jepang-Korea, hiperinflasi di Amerika Latin hingga yang terbaru virus corona yang membuat sektor pariwisata, otomotif, hingga perekonomian asia melemah,” kata Airlangga.

Mengacu pada berbagai tantangan dan peluang yang terjadi di perekonomian global, perekonomian Indonesia pada 2020 diprediksi tumbuh 5,3%. Harapannya, terjadi peningkatan produktivitas, investasi yang berkelanjutan, perbaikan pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM. Guna memastikan pertumbuhan yang berkualitas dan inklusif, Pemerintah menjalankan beberapa strategi, sebagaimana arahan Presiden RI yaitu: (1) pengembangan SDM berkualitas, (2) pembangunan infrastruktur, (3) penyederhanaan regulasi, (4) penyederhanaan birokrasi, dan (5) transformasi Ekonomi.

Untuk mempersiapkan SDM yang kompeten di era industri 4.0, pemerintah mengusulkan 5 (lima) strategi pengembangan pendidikan dan pelatihan kejuruan dengan berfokus pada 3 lembaga kejuruan, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Balai Latihan Kerja (BLK), dan Politeknikoritas. Lima strategi pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi tersebut meliputi: (1) Mereformasi lembaga pendidikan & pelatihan vokasi; (2) Akreditasi lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi; (3) Standar kompetensi dan sertifikasi; (4) Membakukan model kerjasama sarana & prasarana dengan industri; (5) Meningkatkan koordinasi.

“Enam sektor prioritas yang disasar mencakup: agribisnis, manufaktur, pariwisata, tenaga kesehatan, ekonomi digital, dan pekerja migran,” ujar Menko Perekonomian.

Sedangkan Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih SE., MT., Ak., CMA dalam sambutannya mengungkapkan langkah serius UNAIR untuk terus terlibat dalam perekonomian nasional melalui teaching industry. “Kita saat ini sedang mengembangkan teaching industry di Madura. Hal ini tentunya untuk mewadahi dan meningkatkan inovasi mahasiswa-mahasiswa kita. Karena bagaimanapun perguruan tinggi menjadi tempat utama bagi pengembangan inovasi dan pembangunan perekonomian yang mapan,” ungkap Pak Rektor.


Komentar Pembaca