Berkinerja Bobrok, Pejabat PDAM Makassar Periode 2015-2019 Tak Layak Dipilih Kembali

Daerah  SENIN, 27 JANUARI 2020 | 21:54 WIB

Berkinerja Bobrok, Pejabat PDAM Makassar Periode 2015-2019 Tak Layak Dipilih Kembali

Presiden LIRA, HM Jusuf Rizal/ist

Moeslimchoice | Dugaan kasus korupsi di PDAM Kota Makassar di era kepemimpinan Direksi periode 2015-2019 mendapat sorotan tajam LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat). Menurut Presiden LIRA, HM Jusuf Rizal, para direksi dan manajemen periode tersebut harus ikut bertanggungjawab terhadap terjadinya tindak pidana korupsi.

MC Award 2

"Adanya indikasi korupsi tersebut menunjukkan bobroknya manajemen Direksi PDAM Periode 2015-2019. Direksi harus ikut bertanggungjawab terhadap terjadinya tindak pidana korupsi tersebut. Tidak mungkin direksi tidak tahu adanya korupsi tersebut. Apalagi, nilainya lumayan besar, yaitu Rp 1,7 miliar lebih," ujar Presiden LSM LIRA HM Jusuf Rizal, kepada wartawan, Senin (27/1/2020).

Menurut dia, di tubuh perusahaan plat merah seperti PDAM,  biasanya berlaku semboyan "tali rafia tali sepatu, yaitu sesama mafia saling bersatu". Oleh karena itu, harus dilakukan "pembersihan" total di internal manajemen PDAM Kota Makassar.

Terkait dengan hal tersebut Jusuf Rizal menghimbau agar Tim Panitia Seleksi Direksi PDAM Kota Makassar benar-benar selektif dalam memilih Direksi baru PDAM periode 2020-2025. Ia berpesan, jangan lagi ada pejabat/direksi PDAM periode 2015-2019 yang kinerjanya ternyata amburadul dan terbukti gagal mengelola PDAM, yang dipilih kembali.

"Anggota manajemen dan juga direksi PDAM Kota Makassar periode 2015-2019 tak layak untuk diloloskan sebagai direksi PDAM periode 2020-2025. Kalau sampai diloloskan, berarti yang milih goblok," tandas Jusuf Rizal yang juga Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Ibarat mobil, tambah Jusuf Rizal, mesin yang sudah bobrok jangan dipakai lagi. "Ganti mesin dong," katanya.

Jusuf Rizal yang juga dikenal sebagai  anggota Tim Relawan Jokowi ini berharap, Direksi baru yang bakal dipilih Panitia Seleksi benar-benar memiliki kompetensi, dan bisa mengelola PDAM secara transparan dan akuntabel.

Jusuf Rizal dengan LSM LIRA-nya, diketahui, memiliki pengalaman meneliti PDAM. Bahkan, LSM LIRA yang dipimpinnya pernah membongkar kasus korupsi di PDAM Makassar.

Menurutnya,  PDAM sering menjadi "mesin ATM" pejabat teras kota/kabupaten, juga partai politik. "Itulah perlunya pengelolaan manajemen secara transparan," ujarnya lagi.

Dia mengimbau, agar para direksi PDAM Kota Makassar periode 2015-2019, memiliki budaya malu. "Bobroknya pengelolaan PDAM Kota Makassar kepengurusan Direksi periode 2015-2019 sudah terbongkar. Mestinya para direksi dan juga kepala-kepala seksi pada periode tersebut, malu lah mengikuti lelang jabatan direksi periode 2020-2025," ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini, Pemkot Makassar tengah memproses pengisian direksi PDAM melalui lelang. Dan sebanyak 16 peserta lelang direksi PDAM Kota Makassar periode 2020-2025 telah  dinyatakan lolos verifikasi faktual. Mereka memperebutkan empat posisi direksi yakni direktur utama, direktur umum, direktur teknik, dan direktur keuangan.

Berdasarkan Pengumuman Nomor 003/PANSEL/PERUMDA AIR MINUM.KM/I/2020 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Tim Seleksi, Abdul Hayat Gani, peserta yang lolos seleksi yakni Asdar Ali, Ayyub Absro, A Mattalatta, Andi Askandar.

Selanjutnya, Andi Nurjaya, Andi Bayuni Marzuki, Basri Tompo, H Sulprian, Hamzah Ahmad, H Imran Rosadi Adnan, Irawan Abadi, Irfan Ali, M Idris Tahir, Lukman Hakim, Tiro Panaroan, dan Yasir.

Dari sejumlah nama yang lolos tersebut, beberapa orang diantaranya merupakan pejabat/direksi PDAM Periode 2015-2019, seperti Asdar Ali, Ayyub Absro, dan Irawan Abadi.

 "Jadi habisin aja figur yang bermasalah dan cari yang bersih. Calon direksi PDAM juga harus dicari orang-orang yang tidak mudah diintervensi oleh kepentingan kelompok dan golongan," tandas Jusuf Rizal. [zul]

 


Komentar Pembaca