Pemerintah Jangan Coba Tutupi Data Sebaran Corona Di Indonesia

Nasional  SENIN, 27 JANUARI 2020 | 02:36 WIB

Pemerintah Jangan Coba Tutupi Data Sebaran Corona Di Indonesia

MoeslimChoice | Pemerintah harus transparan mengenai data sebaran virus corona di Indonesia. Jangan sampai ada upaya menutup-nutupi kasus ini hanya karena menjunjung tinggi investasi. 

Pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana, Minggu (26/1). “Janganlah hal-hal seperti ini dikompromikan dengan masalah investasi dll. Harusnya pemerintah transparan,” ujarnya. 

Menurutnya, pemerintah harus terbuka dan segera menerbitkan travel warning ke negara tirai bambu tersebut. Di satu sisi, pemerintah harus turun tangan menjaga keberadaan WNI di Wuhan dan wilayah lain di China yang terdampak corona. 

“Kalau menurut saya jangan ditutup-tutupin. Karena justru itu menjerumuskan negeri kita dalam penanganan,” tandasnya. Berdasarkan data dari Center for Systems Science and Engineering (CSSE), terlihat penyebaran virus mematikan ini sudah mencapai Amerika, Eropa, hingga Australia, dan Asia Tenggara. 

Dalam grafik gambar yang disajikan oleh CSSE, terdapat lingkaran merah dan kuning. Lingkaran merah menunjukkan lokasi yang positif terjangkit virus corona, sementara kuning masih belum dikonfirmasi. Sejak Sabtu (25/1) pukul 12.00 waktu setempat atau Minggu (26/1) pukul 00.00 dinihari WIB, total korban yang positif terjangkit virus corona se-dunia disebutkan mencapai 1.448 orang. 

Di antaranya 42 orang meninggal dan 39 lainnya berhasil disembuhkan. Di daratan China sebarannya sebanyak 1.399 kasus, Thailand 7 kasus, Hong Kong 5 kasus, Prancis 3 kasus, Taiwan 3 kasus, Jepang 2 kasus, Makau 2 kasus, Korea Selatan 2 kasus, dan Amerika Serikat 2 kasus. Virus ini juga telah menyebar ke negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura dengan 3 kasus, Malaysia 3 kasus, dan Australia 4 kasus. (amn)


Komentar Pembaca