NU Lebak Beri Bantuan Korban Banjir Bandang

Sosial  KAMIS, 23 JANUARI 2020 | 14:50 WIB | Sunarya Sultan

NU Lebak Beri Bantuan Korban Banjir Bandang

Foto/net

Moeslimchoice | Sejumlah pesantren dan kepala keluarga yang rumahnya hanyut akibat banjir bandang beberapa pekan yang lalu, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Lebak, Banten memberikan 4.444 sak semen. Terkait hal tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Lebak Banten H Syaepudin Asy-Syadzily menjelaskan, makna jumlah 4444 adalah bacaan Shalawat Nariyah, salah satu shalawat sapujagad warga NU.

Filosofi itu diambil sebagai tradisi warga NU yang kerap mengamalkan Shalawat Nariyah dengan jumlah bacaan 4444 kali. 

“Alhamdulillah, kegiatan pembagian sudah dilangsungkan kemarin (Selasa, 22 Januari 2020) di Aula Kecamatan Cipanas. Bantuan diberikan bertahap, sampai dengan jumlah 4.444,” tutur Kyai Aep seperti dikutip NU Online, Rabu (23/1/2020).

Lebih lanjut dia menyebutkan, berdasarkan keutamaan Shalawat Nariyah, pengambilan filosofi 4444 tersebut diharapkan, penerima bantuan yakni masyarakat dan santri di Kabupaten Lebak, Banten terus menjaga dan melaksanakan ibadah serta lebih cinta lagi kepada Rasulullah SAW meski keadaan belum pulih seperti sedia kala.

“Salah satu hadits yang sangat populer yang membuat rajin kita membaca shalawat ialah bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'Siapa membaca shalawat untukku, Alloh akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya'. Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya,” katanya.

Kemudian, Shalawat Nariyah, sambung dia, digunakan oleh hamba Alloh ketika menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Alloh. Shalawat Nariyah tersebut adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.

“Dalam kitab Khazinatul Asrar dijelaskan, 'Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah),” kata Kyai Aep.

Diketahui, pesantren yang menerima bantuan NU Peduli tersebut antara lain, pesantren Al Hija di Kampung Nunggul, Pesantren Darul ibtida di Kampung Nunggal, Pesantren Nurul Laduni di Kampug Gajrug, Pesantren Nurul barokah di Kampung Gajrug, Pesantren Al Hikmah di Sajira Barat, Pesantren Darut Thulab di Sajira Barat, Pesantren Kiai Oji di Sajira Timur, Pesantren Kiai Emus di Sajira Timur dan Pesantren Hidayatul Muhajirin di  Banjaririgasi. [nry]


Komentar Pembaca