Jaksa Agung: Kasus Jiwasraya Berpotensi Jerat Perusahaan Investasi

Hukum  KAMIS, 23 JANUARI 2020 | 10:20 WIB

Jaksa Agung: Kasus Jiwasraya Berpotensi Jerat Perusahaan Investasi

Jaksa Agung RI, Sianitar Burhanuddin

MoeslimChoice | Jaksa Agung RI, Sianitar Burhanuddin, menyebut, ada kemungkinan perusahaan manajemen investasi terlibat dalam kasus dugaan korupsi di PT Jiwasraya (Persero).

Meski begitu, dia mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan kasus yang disebut-sebut merugikan hingga triliunan rupiah itu.

"(Peluang manajemen investasi terlibat) ya kalau peluang pasti ada," kata Burhanuddin di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Saat ini, Kejaksaan Agung sedang meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan data-data yang berhubungan dengan perusahaan Jiwasraya.

Namun, terkait pemanggilan, karena diduga ada keterlibatan pihak OJK, Burhanuddin belum bisa memastikan hal itu.

"Sementara ini kita masih minta kepada OJK untuk memberikan data-data. Belum tersentuh ke situ. Biar membantu saya dulu," katanya.

Skandal Jiwasraya mencuat setelah perusahaan tersebut gagal membayar klaim polis nasabah senilai Rp 802 miliar pada Oktober 2018 lalu akibat persoalan likuiditas.

Per September 2019, manajemen Jiwasraya menyebut ekuitas perseroan negatif sebesar Rp 23,92 triliun.

Kewajiban atau liabilitas perseroan mencapai Rp 49,6 triliun, sedangkan asetnya hanya Rp 25,68 triliun.

Akibatnya, klaim gagal bayar perseroan membengkak hingga Rp 12,4 triliun pada tahun lalu.

Kasus Jiwasraya sementara itu masih ditangani Kejagung. Beberapa mantan petinggi Jiwasraya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini bermula dari laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara periode lalu. Laporan itu teregister dalam nomor SR-789/MBU/10/2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal dugaan fraud di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dalam hal ini, Kejaksaan Agung memperkirakan potensi kerugian negara sebesar Rp 13,7 triliun akibat kasus yang menjerat asuransi pelat merah tersebut.

Kejaksaan Agung pun telah melakukan pencegahan dan penangkalan dari dan ke luar negeri terhadap 10 nama.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengonfirmasi, mereka yang dicegah adalah Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro, Asmawi Syam, Getta Leonardo Arisanto, Eldin Rizal Nasution, Muhammad Zamkhani, Djonny Wiguna, Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo, dan De Yong Adrian.

Kejaksaan Agung juga telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yakni Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro; mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Persero, Hary Prasetyo; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; serta mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim. [yhr]


Komentar Pembaca