Ortu Siswi SMPN 147 Akui, Anaknya Bunuh Diri Akibat Bully

Pendidikan  RABU, 22 JANUARI 2020 | 10:10 WIB

Ortu Siswi SMPN 147 Akui, Anaknya Bunuh Diri Akibat Bully

Ilustrasi

MoeslimChoice | Penyidik Polres Jakarta Timur mulai memanggil pihak keluarga siswi SMPN 147 Ciracas yang tewas usai bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 4 bangunan sekolah. Orangtua korban, Dinar Ariefianto, dimintai keterangan pertama oleh polisi.

Pemeriksaan dimulai pada Senin (20/1/2020) malam, berlangsung sekitar 8 jam. Materi yang ditanyakan oleh penyidik, antara lain, terkait dugaan telah terjadi perundungan atau bullying kepada korban yang menyebabkannya bunuh diri.

Dinar pun diperiksa sejak Senin (20/1/2020) malam, yang berlangsung selama delapan jam. Ketua tim pengacara Dinar, Defrizal Damaris, mengatakan, salah satu poin yang disampaikan kliennya kepada penyidik, yakni anaknya jadi korban perundungan di sekolah.

“Korban pernah curhat ke kakaknya mengenai perundungan di sekolah. Tapi mungkin bukan perundungan fisik. Perundungan verbal, ini yang lagi digali kepolisian, apa motifnya,” kata Ketua Tim Pengacara Dinar, Defrizal Damaris, Rabu (22/1/2020).

Defrizal mengatakan, setelah ibu korban meninggal, korban selalu mencurahkan isi hatinya kepada kakak tertuanya. Termasuk perundungan yang dialaminya juga ia ceritakan kepada kakaknya itu.

“Pernah salah satunya dia (SN cerita) dikeluarkan dari grup WA (WhatsApp) di sekolah. Kalau bully fisik sih enggak pernah disampaikan ke ayahnya,” imbuhnya.

Ayah korban baru mengetahui anaknya menjadi korban perundungan setelah insiden bunuh diri terjadi. Saat itu, kakak korban menemui Dinar dan menceritakan perundungan itu.

“Tapi bully seperti apa kan ayahnya enggak tahu,” ucap Defrizal.

Sebelumnya, seorang siswi SMPN 147, Ciracas, Jakarta Timur, berinisial SN, tewas setelah mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 4 gedung sekolahnya.

Kejadian ini terjadi pada Selasa (14/1/2020). Belum diketahui pasti penyebab siswa tersebut memutuskan bunuh diri.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, ternyata memang ada indikasi ia melakukan bunuh diri. Cuma motifnya apa, ini sedang kita selidiki,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ciracas, Iptu Mangiring Silaen, Sabtu (18/1/2020).

SN sendiri sempat dirawat di rumah sakit pasca-terjatuh. Namun, akhirnya korban tak tertolong dan meninggal pada Kamis (16/1/2020).

Setelah mendapat laporan terkait kejadian ini, jajaran Polsek Ciracaras langsung mendatangi sekolah pada malam hari, guna mencari fakta hukum. [yhr]


Komentar Pembaca