Politisi Iran Tawarkan "Hadiah" 42 Miliar Bagi yang Berhasil Bunuh Trump

Internasional  SELASA, 21 JANUARI 2020 | 20:10 WIB

Politisi Iran Tawarkan

foto/net

 

Moeslimchoice. Seorang politisi Iran telah mengumumkan akan memberkan 'Hadiah Uang Tunai' sebesar $ 3 juta (sekitar Rp 42 miliar) bagi siapa saja yang berhasil membunuh Presiden AS, Donald Trump.

Ahmad Hamzeh, juru bicara parlemen dari provinsi Kerman pusat, mengatakan kepada anggota parlemen: "Kami akan membayar penghargaan tiga juta dolar secara tunai kepada siapa pun yang membunuh Trump."

Kerman adalah provinsi asal Jenderal Qassem Soleimani, pemimpin Qud Iran yang terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak oleh Trump, dan yang kematiannya telah disumpah oleh rezim untuk membalas dendam.

Dalam pidato yang sangat berapi-api pada Selasa (21/1), Hamzeh bersumpah bahwa Qassem Soleimani akan lebih berbahaya bagi Amerika dalam kematiannya daripada saat dia hidup, ketika orang-orang Iran berusaha membalasnya.

Dia juga menyerang dalih pemerintahan Trump yang membunuh Soleimani dalam 'serangan pencegahan', karena dia (Qassem Soeleimani) berencana untuk membunuh orang Amerika.

"Apakah kedutaanmu di wilayah ini aman? Jika kedutaanmu berencana membunuh orang tak bersalah kita, apakah kita diizinkan untuk menghancurkan mereka?" tanya Hamzeh

"Apakah pangkalan dan pusat militer Anda di kawasan ini untuk kebaikan atau untuk merusak negara? Apakah kami diizinkan untuk menghancurkan semua pangkalan Anda dalam serangan pencegahan?" tanyanya lagi.

Berbicara tentang kesepakatan nuklir 2015, yang dihancurkan oleh pemerintahan Trump, ia menambahkan: "Jika kita memiliki senjata nuklir hari ini, kita akan bebas dari ancaman itu."

"Sekarang setelah Eropa telah meninggalkan komitmennya, saya sarankan untuk segera keluar dari [Perjanjian Non-Proliferasi] dan meluncurkan ledakan fisi nuklir," ujar Hamzeh tegas.

"Mari kita umumkan pada dunia bahwa kita telah bergabung dengan Klub Tenaga Nuklir," ujarnya.

Barat telah lama menuduh Teheran berusaha mengembangkan senjata nuklir, meskipun para pemimpin ulama Iran secara konsisten menyangkal hal ini, dengan mengatakan program nuklir negara itu hanya untuk bertujuan damai. [mt/dm]


Komentar Pembaca