Soal Kode 2024 dan Kunker, Prabowo Angkat Bicara

Polhukam  SELASA, 21 JANUARI 2020 | 09:50 WIB

Soal Kode 2024 dan Kunker, Prabowo Angkat Bicara

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto

MoeslimChoice | Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, angkat suara soal kemungkinan mantan pasangannya di Pilpres 2019, Sandiaga Uno, memenangi Pilpres 2024.

Selain itu, Menteri Pertahanan RI ini pun menjawab kritik Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang menyebutnya terlalu sering melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Terkait “kode” 2024, Prabowo merespons, memang tak tertutup kemungkinan bagi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno, untuk memenangi kontestasi Pilpres.

"Bisa saja," kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Meski demikian, ia menyatakan, perjalanan Pilpres 2024 masih sangat jauh. Ia pun enggan menanggapi ihwal kemungkinan Sandiaga mencalonkan diri.

"Masih lama, masih lama itu," ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan isyarat bahwa Sandiaga akan memenangkan Pilpres 2024.

Isyarat itu disampaikan Jokowi saat meresmikan pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Kode 2024 ke arah Sandiaga pun meluncur dari mulut Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan (BG), saat melantik pengurus PB e-Sport Indonesia.

 

Demi Negara

Sementara itu, menjawab kritik PKS, Prabowo menandaskan, kunjungannya ke luar negeri tersebut demi kepentingan negara, utamanya dalam hal alat utama sistem pertahanan (alutsista).

"Memang kita butuh untuk keliling, menjajaki kemungkinan-kemungkinan. Kita harus pelajari alutsista yang ada," ujar Prabowo di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Pemerintah, kata dia, perlu mendapatkan dukungan dari negara lain untuk membangun kekuatan pertahanan.

Menurut Prabowo, pemerintah perlu menjajaki peluang agar negara-negara lain mau menjual alutsista mereka kepada Indonesia.

"Kita juga harus minta dukungan dari negara-negara lain karena belum tentu alutsista itu diberi kepada kita untuk dibeli," ucap dia.

Sebelumnya, sejumlah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik kunjungan kerja Prabowo yang hingga saat ini tercatat sudah ke tujuh negara.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, mengingatkan mengenai pesan Presiden Joko Widodo yang sempat menyatakan bahwa kunjungan atau studi ke luar negeri juga bisa dilakukan melalui ponsel.

"Pak Jokowi, saat 16 Agustus 2019 lalu, mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri. Bahkan, secara demonstratif, beliau menunjukkan via HP-nya, kunjungan luar negeri bisa melalui HP (ponsel). Dunia sudah terkoneksi," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (17/1/2020). [yhr]


Komentar Pembaca