Polrestabes Palembang Gulung Pemalsu SIM Bermodal Kartu Kedaluwarsa

Daerah  SELASA, 21 JANUARI 2020 | 09:25 WIB

Polrestabes Palembang Gulung Pemalsu SIM Bermodal Kartu Kedaluwarsa

MoeslimChoice | Di zaman serba digital ini masih ada juga yang mau memalsukan Surat Izin Mengemudi (SIM). Caranya sederhana pula, hanya bermodal SIM kedaluwarsa dan mengubah informasi di permukaan kartu. Ini kejadian di Palembang, Sumatera Selatan dan polisi sudah membekuk pelakunya.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, mengatakan kedua tersangka masing-masing Erlangga (31) dan Nyayu Fadhilah (49), aksi keduanya terungkap berkat informasi anggota Satlantas Polrestabes Palembang. "Ada anggota satlantas memberi informasi jika ada peredaran SIM palsu, setelah ditelusuri oleh Satreskrim didapatkan seorang korban berinisial MY, 45. MY melapor ke Polrestabes Palembang pada 15 Januari 2020," kata Kombes Pol Anom di hadapan awak media Palembang,  Senin, 20/1/20.

Dari laporan MY polisi mengamankan lellaki berinisial A yang pertama kali menolong MY dengan cara menghubungi tersangka Nyayu Fadhilah. Dalam proses pembuatan SIM palsu ini A ini meminta fotokopi KTP, pas foto dan uang Rp1.200.000 kepada Korban MY sebagai syarat perpanjangan SIM, A mengirimkan KTP serta pas foto MY kepada Nyayu lewat whatsapp.

Nyayu diamankan di rumahnya Jalan Dr. M Isa Lorong Sei Jeruju Kecamatan IT II Palembang, sementara Erlangga juga diamankan di rumahnya Jalan Kopral Dahri, Kecamatan Sako, Palembang. "Rata-rata korban sindikat ini membayar Rp200.000 hingga Rp1 juta untuk pembuatan SIM A, C dan B1," tambah Kombes Anom.

SIM yang dipalsukan tersangka berbahan material asli dan sama seperti SIM asli, kata Anom, tersangka Erlangga hanya mengubah data pada kepingan SIM bekas kadaluarsa yang dikumpulkan tersangka Nyayu.

Sedangkan Erlangga mengaku telah memalsukan 50 keping SIM sejak 2018 dengan mematok harga berbeda untuk masing-masing SIM, korbannya rata-rata ingin memperpanjang SIM tapi tidak ingin repot mengurusnya. "SIM A dan C saya kasih harga Rp150.000, kalau SIM B1 biasanya Rp250.000," ungkap Erlangga.

Nyayu Fadilah dan Erlagga dijerat Pasal 263 KUHPidana Jo Pasal 264 KUHPidana tentang pemalsuan surat-surat dengan ancaman enam tahun penjara dan Pasal 278 KUHP tentang penipuan dengan ancaman empat tahun penjara.


Komentar Pembaca