DPD Lobi Pemerintah untuk Mulai Lagi Pemekaran Wilayah

Polhukam  SENIN, 20 JANUARI 2020 | 22:10 WIB

DPD Lobi Pemerintah untuk Mulai Lagi Pemekaran Wilayah

MoeslimChoice | Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) meminta pemerintah membuka kembali moratorium pemekaran daerah. Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengungkapkan dirinya sudah menyampaikan kepada Wakil Presiden  sebagai Ketua Dewan Otonomi Daerah untuk membuka kembali keran penambahan daerah otonomi baru (DOB).

Kebutuhan pembukaan ini terutama untuk Papua, Kalimantan, wilayah perbatasan serta sejumlah wilayah lainnya. DPD sendiri sebagai perwakilan daerah tengah mempersiapkan kajian dengan fokus perlunya dibuka kembali wilayah otonomi baru.  

"Pertama, ngobrol soal DOB. DOB kan, memang kan wakil presiden sebagai Ketua Dewan Otonomi Daerah," ujar Nono menjawab  pertanyaan media di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin, 20/1/20.

Dia bilang, sampai saat ini pemerintah masih moratorium meskipun beberapa wilayah memerlukan pemekaran baru. "Adanya kebutuhan Papua, mungkin juga Kalimantan atau perbatasan, dan juga kebutuhan-kebutuhan pemekaran di daerah-daerah lain," ujarnya.

Sedangkan DPD, kata dia sedang mengkajinya dan kelak akan mengusulkan pembukaan moratorium (penghentian) pembentuka Daerah Otonomi Baru. "Maksudnya agar kebutuhan-kebutuhan pemekaran itu bisa dipenuhi dalam konteks pemerataan pembangunan dan pengembangan di daerah,” kata Nono

Menurut Nono yang juga purnawirawan TNI AL itu, terdapat 173 wilayah ODB yang diusulkan dalam DPD periode lalu. Untuk memnetukan daerah yang dapat menjadi wilayah baru maka akan dilakukan kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan beban anggaran.

“DPD, Komisi II DPR dan Kemendagri kita membahas bersama. Ada 173, tetapi tentu kita akan melihat mana yang sangat prioritas karena anggaran menjadi dasar pertimbangan.” katanya.

Nono menyebutkan dasar hukum pembukaan pemekaran ini akan didiskusikan lebih lanjut dengan wakil presiden sebagai ketua DOB. Tujuannya adalah memberi kepastian terutama di wilayah prioritas.


Komentar Pembaca