Ayah Meghan Tuduh Putrinya Keluar dari Keluarga Kerajaan Inggris Demi Uang

Internasional  SENIN, 20 JANUARI 2020 | 19:30 WIB

Ayah Meghan Tuduh Putrinya Keluar dari Keluarga Kerajaan Inggris Demi Uang

foto/net

Moeslimchoice. Ayah Meghan Markle, Thomas Markle, menuduh putrinya 'merendahkan' keluarga kerajaan Inggris dalam bagian dari sebuah wawancara yang dirilis sehari setelah Istana Buckingham menyatakan bahwa Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle tidak lagi menjadi bagian anggota keluarga kerajaan Inggris.

MC Award 2

Istana Buckingham mengumumkan pada Sabtu (18/1) bahwa pasangan itu tidak akan lagi menggunakan gelar "Yang Mulia" dan juga tidak akan lagi mendapat penghasilan dari Kerajaan dan harus mandiri. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan seluruh negara berharap mereka mendapatkan "yang terbaik" dengan pengaturan baru tersebut.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya ... Saya yakin bahwa keluarga kerajaan, yang telah ada sejak lama, akan menemukan jalan ke depan," kata Johnson kepada Sky News di Jerman, di mana ia menghadiri pertemuan puncak Libya.

Kerajaan Inggris dilanda kekacauan awal bulan ini, ketika Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle yang mantan aktris Amerika itu mengumumkan bahwa mereka ingin mengurangi tugas resmi mereka dan menghabiskan lebih banyak waktu di Amerika Utara.

Pengumuman pada Sabtu (18/1) itu keluar setelah melalui diskusi panjang dalam beberapa hari terakhir antara Ratu Elizabeth, keluarga dan pejabatnya tentang bagaimana menyikapi permintaan Pangeran Harry (35), dan Meghan (38).

Thomas Markle mengatakan kepada berita Channel 5 dalam sebuah film dokumenter, bahwa dia percaya kalau putrinya telah membuang 'impian setiap gadis.'

"Ini mengecewakan karena dia benar-benar mendapatkan impian setiap gadis. Setiap gadis muda ingin menjadi seorang putri dan dia mendapatkan itu dan sekarang dia membuang itu, karena, sepertinya dia membuang itu untuk uang," katanya.

Wawancara ini difilmkan setelah pengumuman pasangan bahwa mereka akan mundur sebagai anggota senior keluarga kerajaan. Channel 5 merilis bagian dari wawancara pada Minggu (19/1) dan mengatakan film dokumenter lengkap akan ditayangkan "dalam beberapa minggu mendatang."

Thomas Markle menggambarkan, keluarga kerajaan sebagai 'salah satu lembaga berumur panjang terbesar yang pernah ada,' mengatakan, bahwa ketika Meghan menikahi Harry pada Mei 2018 mereka mengambil kewajiban "untuk menjadi bagian dari bangsawan dan untuk mewakili bangsawan."

"Ini seperti salah satu lembaga berumur panjang terbesar yang pernah ada," katanya. "Mereka menghancurkannya, mereka membuatnya lebih murah, mereka membuatnya lusuh ... Mereka mengubahnya menjadi Walmart dengan mahkota sekarang. Itu adalah sesuatu yang konyol, mereka seharusnya tidak melakukan ini," ujar Thomas.

Thomas Markle dan putrinya telah diasingkan sejak pernikahannya dengan Harry. Awal bulan ini, surat kabar Mail on Sunday mengajukan pembelaannya ke pengadilan oleh Meghan atas penerbitan surat pribadi yang ia kirimkan kepada ayahnya.

Thomas Markle mengatakan dia tidak mengharapkan Meghan untuk menghubungi.

"Aku tidak bisa melihatnya menjangkau saya, terutama sekarang ... atau Harry dalam hal ini, tetapi saya pikir mereka berdua berubah menjadi jiwa yang hilang pada saat ini," katanya.

"Saya tidak tahu apa yang mereka cari. Saya rasa mereka tidak tahu apa yang mereka cari," tambahnya. [mt/AN]


Komentar Pembaca