Bahasa Mandarin Mulai Diajarkan di Sekolah-Sekolah Arab Saudi

Kabar Tanah Suci  SENIN, 20 JANUARI 2020 | 18:15 WIB

Bahasa Mandarin Mulai Diajarkan di Sekolah-Sekolah Arab Saudi

foto/net

Moeslimchoice.  Kementerian Pendidikan Arab Saudi, kini mulai mengizinkan Bahasa Mandarin diajarkan di Delapan Sekolah Menengah Negeri di seluruh Arab saudi. Ini merupakan tahap pertama dari rencana Kementerian untuk memasukkan pelajaran asing dalam pendidikan umum.

MC Award 2

Menurut juru bicara kementerian Arab saudi, Ibtisam Al-Shehri, delapan sekolah tersebut adalah empat sekolah di Riyadh, dua di Jeddah, dan dua lagi di provinsi Timur, termasuk sekolah dua anak perempuan, akan berpartisipasi.

Al-Shehri juga mencatat, bahwa belajar bahasa China akan menjadi pilihan bagi siswa, bukan wajib. Duta Besar Tiongkok untuk Arab Saudi, Chen Weiqing mengucapkan terima kasih kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman via akun pribadinya di Twitter karena telah memasukkan bahasa China dalam sistem pendidikan negara itu.

"Saya berharap bahwa generasi yang muncul di Kerajaan (Arab saudi) akan menguasai bahasa China, mencintai budaya Tiongkok, dan merangkul masa depan yang terhormat bagi kedua negara sahabat," katanya.

Bahasa China pertama kali diperkenalkan ke sekolah-sekolah Arab Saudi sejak kunjungan Putra Mahkota ke Beijing pada Februari 2019 lalu, sebagai bagian dari kesepakatan antara kedua negara untuk memperkuat persahabatan dan kerja sama bilateral.

Beberapa inisiatif diluncurkan dengan berbagai organisasi di sektor pendidikan dan pelatihan untuk memperkenalkan bahasa tersebut kepada publik.

Salah satu inisiatif terbesar adalah bekerja sama dengan Universitas Terbuka Arab dan Pusat Pendidikan Nabegh untuk mengajar lebih dari 3.500 guru dan karyawan di sektor pendidikan di 12 kota di seluruh negeri.

Abdulrazaq Othman Abdullah, 38, adalah lulusan dari Tiongkok, tempat ia menerima gelar Sarjana dan Magister dalam administrasi dan manajemen keuangan. Dia dan istrinya mengajar bahasa Mandarin kepada guru-guru Saudi di Madinah.

"Hasil paling penting dari proyek ini adalah untuk membantu para guru mengatasi hambatan psikologis saat belajar bahasa asing, dan menghilangkan asumsi yang terkait dengan bahasa China," kata Abdullah kepada Arab News.

China adalah rumah bagi hampir seperlima populasi dunia, dan telah tumbuh secara signifikan dalam empat dekade terakhir dengan rata-rata hampir 10 persen per tahun, hingga mengubah negara itu menjadi pemimpin global dalam teknologi dan manufaktur.

Dimasukkannya bahasa China akan meningkatkan keragaman budaya siswa di Kerajaan Arab Saudi, dan berkontribusi penuh pada pencapaian tujuan dalam pendidikan untuk Visi 2030. [mt/ArabNews]


Komentar Pembaca