Raib Massal, Dana Desa di Bank Jatim

Daerah  SENIN, 20 JANUARI 2020 | 14:30 WIB

Raib Massal, Dana Desa di Bank Jatim

Ilustrasi

MoeslimChoice | Sejumlah kepala desa di Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mencurigai ada penarikan uang secara ilegal terhadap anggaran yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).

Pasalnya, dana yang disimpan di rekening desa melalui Bank Jatim Unit Keppo, Kecamatan Galis, itu mendadak raib.

Salah satu aparat Desa Artodung, Kecamatan Galis, berinisial TF, mengatakan, tabungan desanya yang bersumber dari ADD senilai Rp 39 juta mendadak hilang pada Agustus 2019.

Dalam kasus itu, ia curiga ada penarikan uang secara ilegal dari orang tak bertanggung jawab.

Sebab, saat minta penjelasan ke Bank Jatim unit setempat, ditemukan bukti adanya penarikan uang dengan tanda tangan palsu.

"Tanda tangan dalam slip penarikan itu semuanya palsu. Kami juga tidak pernah melakukan penarikan ADD sebesar itu," kata TF kepada wartawan, Selasa (14/1/2020).

Kasus serupa ternyata tidak hanya menimpa Desa Artodung. Desa lainnya yang berada di Kecamatan Galis juga mengalami hal serupa. Salah satunya Desa Pagendingan.

Kepala Desa Pagendingan, RM, mengaku tabungan desa yang berasal dari ADD senilai Rp 45 juta mendadak hilang saat disimpan di rekening Bank Jatim.

"Aneh sekali, karena belum pernah ada penarikan, tiba-tiba di rekening sudah raib Rp 45 juta," ujar RM, saat dikonfirmasi.

 

Mendadak Bertambah

Setelah kasus raibnya uang desa mencuat, tak lama kemudian uang di rekening desa yang sebelumnya dikabarkan hilang mendadak dikembalikan Bank Jatim.

Bahkan, beberapa desa di antaranya uang yang dikembalikan itu nilainya lebih besar dari yang seharusnya.

"Di rekening kami ada pengembalian Rp 50 juta. Padahal yang hilang Rp 39 juta. Kami kembalikan lagi ke bank," kata salah satu aparat Desa Artodung, TF.

 

Tanggapan Bank Jatim

Kepala Bank Jatim Cabang Pamekasan, Arif Firdaus, mengaku, awalnya tidak mengetahui adanya kasus tersebut.

Pihaknya baru mendapat informasi setelah ada tim auditor yang melakukan pemeriksaan ke Bank Jatim Unit Keppo.

"Auditor datang tanpa pemberitahuan saya, karena mereka langsung melakukan pemeriksaan di sana. Itu baru saya tahu," kata Arif.

Mengetahui adanya dugaan kasus penggelapan itu, ia kemudian baru melaporkan kepada polisi.

"Karena ini sudah saya laporkan ke Polres, saya tidak mau banyak komentar. Apa yang saya bicarakan harus diketahui direksi, tidak sembarangan memberikan penjelasan kepada siapapun," ungkap Arif. [yhr]


Komentar Pembaca