Gas Melon Mau Naik, Warganet Pacitan: Ke Zaman Kuno Lagi

Daerah  SENIN, 20 JANUARI 2020 | 12:15 WIB

Gas Melon Mau Naik, Warganet Pacitan: Ke Zaman Kuno Lagi

Ilustrasi

MoeslimChoice | Tersiar kabar, harga gas elpiji tabung 3 kilogram, yang akrab disapa “gas melon”, mau naik gara-gara perubahan kebijakan subsidi.

Bagi masyarakat, terutama para emak, kabar itu dianggap sama mengecewakannya dengan penemuan pesan gelap di handphone suami.

Tapi, ternyata, kalau harga si gas melon itu memang benar-benar naik, ada solusi lain yang bisa diambil, sebagaimana diusung Sri Wahyuni (30), warga Desa Plumbungan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

"Harga gas naik? Ya kembali lagi aja ke zaman kuno. Gitu aja kok repot. Dapur tradisional masih bisa dipakai, kok. Kayu bakar juga masih banyak," ucapnya, polos, kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Senin (20/1/2020).

Ia seolah tak mau ambil pusing juga dengan efek dari ucapannya itu. Tapi, memang begitulah faktanya.

Karena, bagi Sri, selama hutan masih ada kayunya, pasti tersedia bahan bakar buat dapur tetap ngebul.

"Saya hanya orang desa, Mas. Pergi ke hutan, mencari kayu bakar, masak dengan dapur tradisional, itu bukan hal aneh. Jadi, buat apa pusing-pusing mikir harga gas naik. Hidup gengsi gak akan isi," tambahnya.

Bila Sri mewakili potret masyarakat yang tinggal di pedesaan, dengan ucapan “buat apa ambil pusing”-nya tadi, bagaimana respons emak-emak yang ada di perkotaan?

Rina (36), warga Arjowinangun, salah satu wilayah perkotaan di Kabupaten Pacitan, memang sangat mengeluhkan rencana lonjakan harga gas melon itu.

Ia mengutamakan keluhannya itu dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang tergolong kurang mampu, apalagi yang tidak mampu alias miskin.

Hanya saja, ia mengaku tak kuasa bertindak lebih jauh bila harga gas melon itu memang akhirnya benar-benar membumbung.

"Kita mengikuti saja. Mau berbuat apa juga, percuma. Kita kan awam tentang aturan-aturan. Jadi, mau naik atau tidak, ya silakan. Meski, tentu, nasib kami-kami semua ini akan semakin keras dalam mengeluh," ucapnya kepada MoeslimChoice, Senin (20/1/2020).

Yang jelas, lanjut Rina, seperti biasa, bakal ada efek domino yang dimulai dari kenaikan harga gas elpiji itu.

Harga-harga sembako, juga makanan siap saji, bahkan tarif angkutan umum, menurutnya bakal terpicu naik.

"Ya, tinggal lihat saja. Pasti akan terjadi. Harga sembako pasti akan naik. Harga makanan di restoran dan warung pun pasti ikut naik. Belum lagi tarif angkutan, biasanya ikut ngantri naik," pungkasnya. [yhr]


Komentar Pembaca