Harun Masiku Diduga Ada di Indonesia

Polhukam  SENIN, 20 JANUARI 2020 | 11:25 WIB

Harun Masiku Diduga Ada di Indonesia

Harun Masiku

MoeslimChoice | Harun Masiku, mantan Caleg PDIP yang menjadi salah satu tersangka dalam kasus suap di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU), diduga ada di Indonesia. Ia sebelumnya disebutkan berada di Singapura sejak 6 Januari 2020.

Dalam perkara yang menyeret Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, tersebut, KPK menyatakan Harun Masiku sebagai pemberi suap.

Caleg PDIP Daerah Pemilihan I Sumatera Selatan ini diduga menyuap Wahyu agar bisa menjadi anggota DPR lewat mekanisme Pergantian Antar-Waktu (PAW).

Menurut KPK, nilai suap dalam perkara ini senilai Rp 900 juta. Wahyu disebutkan sudah menerima Rp 600 juta.

Meski sudah menjadi tersangka, KPK belum menangkap Harun. Lembaga ini kukuh menyatakan Harun masih ada di Singapura.

Pihak Direktorat Jenderal Imigrasi sebelumnya menyatakan Harun pergi ke Singapura pada 6 Januari 2020 dan belum kembali hingga sekarang.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly juga ngotot bahwa Harun belum ada di Indonesia.

“Pokoknya belum di Indonesia,” kata dia, Kamis (16/1/2020).

Penelusuran versi Majalah Tempo justru menyatakan sebaliknya. Harun diduga sudah pulang lagi ke tanah air.

Berikut adalah kronologi keberadaan Harun yang —menurut media tersebut— terdeteksi berada di sejumlah tempat di Jakarta.

 

6 Januari 2020

Harun berangkat dari Bandara Udara Soekarno-Hatta ke Singapura. Ia memesan tiga tiket pesawat Garuda Indonesia untuk penerbangan berbeda pada hari yang sama, yakni GA 824, GA 830, dan GA 832.

Ia memilih menggunakan pesawat GA 832 dan duduk di kursi 6K. Pesawat itu berangkat pukul 11.30 dan tiba pukul 14.20 waktu Singapura.

 

7 Januari 2020

Pukul 16.35: Harun terbang dari Bandara Changi, Singapura, menggunakan Batik Air ID 7156.

Pesawat berangkat dari Terminal 1 Bandara Changi. Harun duduk di kelas bisnis nomor kursi 3C.

Pukul 17.03: Pesawat yang ditumpangi Harun mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Harun tiba di Terminal 2F.

Pukul 17.15: Harun terekam kamera CCTV Bandara sedang berjalan di travelator. Ia nampak memakai kemeja lengan panjang dan celana panjang serta sepatu serba hitam. Tangan kanannya menenteng tas seukuran laptop dan tas belanja.

Sore: Harun diduga menuju apartemen Thamrin Residence. Seorang pegawai membenarkan melihat Harun hari itu. Harun sudah tinggal di apartemen ini selama beberapa bulan.

Si pegawai menceritakan, Harun pernah protes gara-gara mobilnya terbaret. Mobil Harun kini terparkir di area apartemen dengan tanda “Dalam Pengawasan KPK”. Tim KPK menggeledah apartemen Harun pada 14 Januari 2020.

 

8 Januari 2020

Pagi: Pegawai apartemen melihat Harun meninggalkan huniannya membawa satu koper. Harun kemudian naik sebuah mobil berjenis multi purpose vehicle.

Maghrib: Mengenakan kemeja merah, seorang saksi mata melihat Harun berada di depan Grand Cafe, lantai 3, Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat.

Setengah jam kemudian, Harun pergi ke stasiun bahan bakar di sekitar Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Di sana, ia diduga bertemu dengan seorang satuan pengamanan Kantor PDIP. Berboncengan motor, keduanya diduga melaju ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.

Tim penindakan KPK yang membuntuti gagal meringkus Harun di kampus polisi itu.

Enam jam sebelum Harun menuju PTIK, tim KPK mencokok anggota KPU, Wahyu Setiawan, dan orang dekatnya, Agustiani Tio Fridelina. KPK juga menciduk enam orang lainnya. [yhr]


Komentar Pembaca