Erick Berjanji: Maret 2020, Cicilan Pertama Dana Nasabah Jiwasraya

Ekonomi  SENIN, 20 JANUARI 2020 | 11:05 WIB

Erick Berjanji: Maret 2020, Cicilan Pertama Dana Nasabah Jiwasraya

Menteri BUMN, Erick Thohir

MoeslimChoice | Kementerian BUMN menegaskan bahwa dana gagal bayar nasabah Jiwasraya bakal dicicil mulai awal Maret nanti.

Staf khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan, untuk tahap pertama akan ada Rp 2 triliun dana yang diberikan untuk nasabah gagal bayar.

"Pak Erick mengatakan, Februari atau awal Maret bertahap. Diperkirakan sampai Rp 2 triliun bisa diberikan untuk tahap awal, beberapa nasabah yang diprioritaskan akan kami berikan, nasabah yang dalam daftar kami sangat butuh uangnya," ungkap Arya dalam sebuah diskusi di bilangan Wahid Hasim, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020).

Arya juga mengatakan, dana tersebut didapatkan dari investasi yang akan masuk ke dalam holding asuransi pelat merah yang sedang dibentuk. Dia menjelaskan, dana yang masuk ada Rp 3 triliun hingga Maret.

"Kami harapkan, awal Maretlah bisa dikerjakan bagi-bagi uang. Tadi dananya sekitar hampir Rp 3 triliun di kuartal I, masuk kuartal II jadi Rp 5 triliun," jelas Arya.

Untuk mendapatkan investasi tersebut, proses panjang dilalui Kementerian BUMN.

Tahap pertama, Arya menjelaskan, kini pihaknya sedang membentuk holding asuransi pelat merah untuk menghimpun dana.

"Bayangkan, bulan 10 masuk, kita kejar, dan ada solusinya. Pertama, solusinya kita bikin holding asuransi. Buat apa? Buat cari dana," papar Arya.

Kini, prosesnya, Kementerian BUMN sedang mengubah status Perum Jamkrindo menjadi perusahaan terbuka alias PT.

Kemudian, usai pengubahan status Jamkrindo, pihak Arya akan tancap gas untuk membentuk Peraturan Pemerintah (PP) terkait pembentukan holding asuransi.

"Ini ada proses. Jamkrindo, misalnya. Itu masih Perum. Dia mau masuk holding, harus PT. Nah, ini kita lagi bikin PP, agar dia jadi PT. Habis Jamkrindo, kita bikin PP holding asuransi. Itu dikerjain harian, lebih rumit dari aturan lain," ungkap Arya.

Berikutnya, Kementerian BUMN akan membentuk anak perusahaan untuk menampung dana investasi. Dia menjelaskan, urusan landasan hukum bakal selesai di bulan Februari.

"Selanjutnya, kami bikin anak perusahaan, kami harapkan anaknya ini bisa dapat investasi dari luar. Kami bidik kuartal pertama bisa masuk langsung berjalan, urusan surat-surat kertas (landasan hukum) bisa beres bulan 2," papar Arya. [yhr]


Komentar Pembaca