Budi Gunawan: Mari Kelola E-Sports Dengan Cinta Dan Harapan

Nasional  MINGGU, 19 JANUARI 2020 | 01:55 WIB | Sugiharta Yunanto

Budi Gunawan: Mari Kelola E-Sports Dengan Cinta Dan Harapan

MoeslimChoice | Banyak sudah yang mafhum bahwa e-Sport menjadi bagian dari gaya hidup milenial dan akan semakin digemari oleh generasi muda di masa mendatang. Selain aspek permainan, e-Sports bermanfaat untuk mengasah kemampuan anak muda dalam berfikir strategis, cerdas dan kreatif, analisis dan menyusun strategi, motivasi dan kerjasama tim, serta kelincahan dan ketahanan fisik.

Demikian dikatakan Ketua Umum PB E-Sports Indonesia (ESI) Jenderal (Purn) Budi Gunawan ketika mengukuhkan susunan PB ESI  periode 2020-2024 di Hotel Kempinski, Sabtu siang, 18/1/19.

Budi Gunawan yang juga adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menambahkan, kemampuan dalam e-Sports juga berguna dalam membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh, handal, inovatif dan kreatif untuk mampu memenangkan kompetisi global.

Dia memberikan contoh keberhasilan Amerika Serikat memanfaatkan perkembangan teknologi games untuk kepentingan strategis, termasuk teknologi militer.

Tahun 2010, sebut Budi Gunawan, Angkatan Udara Amerika Serikat menggabungkan 1.760 Playstation 3 menjadi 1 super komputer yang digunakan untuk peningkatan kemampuan radar, pengenalan pola, pemrosesan citra satelit dan riset artificial intelligence.

“Studi tahun 2017 oleh Universitas Liverpool Inggris menunjukkan bahwa pemain games profesional lebih unggul dari pada operator drone militer terutama pada aspek koordinasi tangan dan mata serta kemampuan multi tasking dalam mengoperasionalkan seluruh sistem di pesawat,” kata Budi Gunawan.

“Ini menguatkan studi sebelumnya pada tahun 2007 bahwa pemain games yang menjadi dokter memiliki keahlian bedah yang lebih baik dibandingkan dokter tanpa pengalaman games,” sambungnya.

Pria kelahiran Surakarta, 11 Desember 1959 ini juga menjelaskan perkembangan e-Sports di dunia yang dimulai di era 1970an ketika  mahasiswa Universitas Stanford Amerika Serikat menggelar kompetisi video games.

Games yang dipertandingkan ketika itu bernama ”Spacewar” yang merupakan ciptaan dari Steve Russel bersama ilmuan dan akademisi dari MIT Amerika Serikat.

“Selanjutnya di era 1980an hingga saat ini games-games tidak hanya melalui media PC tetapi melalui media smart phone yang ada di hampir semua anak muda milenial,” masih dikatakan .

Peraih gelar Ph.D di bidang Administrasi dan Hukum Kriminal dari University of Wisconsin La-Crossse, Amerika Serikat, itu juga mengatakan, perkembangan e-Sports di dunia tidak lepas dari peran perusahan besar seperti Nintendo dan Blockbuster yang tidak kalah gesit dalam memberikan dukungan untuk mensponsori kejuaraan dunia video games.

Masih dikatakan Budi Gunawan anak muda Indonesia yang menggemari e-Sports jika dibina dan diarahkan dengan tepat dapat menjadi sumber daya manusia yang unggul di berbagai bidang seperti militer, dokter, ahli IT, pengusaha, rekayasa genetik, dan sebagainya.

“Ini akan membawa Indonesia menjadi negara maju, kuat dan disegani,” kata dia menegaskan.

Ditambahkannya, masyarakat Indonesia umumnya patut bangga karena atlet e-Sports Indonesia telah menorehkan berbagai prestasi di kancah regional maupun global seperti meraih medali perak di Sea Games Filipina tahun 2019, juara dunia Free Fire World Cup tahun 2019 di Thailand, dan juara dunia Mobile Legend M-1 World Championship tahun 2019 di Kuala Lumpur.

Dengan itu semua, mantan Wakapolri (2015-2016) ini menggarisbawahi pelantikan PB ESI ini sebagai momentum untuk membawa perkembangan yang semakin positif bagi e-Sports di Indonesia dan diharapkan memiliki dampak besar bagi kemajuan bangsa di berbagai sektor strategis seperti pertahanan keamanan, teknologi, serta ekonomi kreatif, digital dan pariwisata.

Sumbangan e-Sports dalam Industri 4.0

Hal lain yang juga disampaikan Budi Gunawasan adalah sumbangan e-Sport dalam konteks Industri 4.0.

Pada tahun 2018, e-Sports memberikan kontribusi sebesar Rp 13 triliun. Diharapkan, kontribusi ini akan terus meningkat seiring dengan peningkatan pengguna jasa internet di Indonesia yang mencapai 143 juta jiwa.

“Saat ini ada 60 juta pemain e-Sports, dan diprediksi menjadi 100 juta pemain pada akhir tahun 2020 dengan kontribusi pendapatan nasional sebesar Rp 22 triliun. Ini baru sekitar 1 persen dari pasar e-Sports dunia sehingga potensi ekonominya masih sangat besar,” ujar Budi Gunawan.

Hal ini pun, sambungnya, sejalan dengan perubahan demografi Indonesia, dimana akan ada bonus demografi dengan jumlah penduduk di usia millenial dan gen Z (usia 17-40 tahun) sebanyak 109,7 juta atau 52 persen dari jumlah penduduk Indonesia, yang menjadi kelompok usia dominan pemain olah raga e-Sports.

PB ESI sebagai garda terdepan dalam merealisasikan potensi olah raga e-Sports di Indonesia harus mampu mengantisipasi berbagai tantangan dan kendala dengan melakukan berbagai terobosan guna peningkatan prestasi, pengembangan ekosistem dan peningkatan dampak ekonomi industri olah raga e-Sports.

Inovasi e-Sports

Berbagai program kerja yang dapat dilakukan PB ESI, menurut Budi Gunawan antara lain adalah penyusunan regulasi e-Sports di Indonesia dan pembangunan e-Sports training center yang tersertifikasi standar internasional.

Selain itu juga perlu dibangun venue e-Sports yang dipadukan dengan daerah tujuan wisata, smailnya misalnya di sirkuit Moto-GP Mandalika.

Peningkatan kompetisi e-Sports secara berjenjang dalam liga profesional juga perlu ditingkatkan. Juga perlu menyelenggarakan minimal satu event pertandingan e-Sports berskala inter-nasional setiap tahun.

Selain itu semua, yang juga penting untuk dilakukan adalah mengembangkan platform digital e-Sports termasuk back bone yang terkoneksi dengan jaringan internet berkecepatan tinggi (Palapa Ring).

Dalam bagian akhir sambutannya, Budi Gunawan mengutip tokoh Angela dalam games Mobile Legends yang mengatakan bahwa cinta dan harapan adalah dua hal yang luar biasa.

“Oleh karenanya, mari kita kelola e-Sports di Indonesia, dengan cinta dan harapan. Cinta kepada anak-anak muda kita, cinta kepada bangsa dan negara, dengan penuh harapan ingin mencapai prestasi gemilang di masa depan,” demikian Budi Gunawan.


Komentar Pembaca