MK Bisa Putuskan Pemilihan Langsung Wagub DKI? | Pegal Nggak Kelar-kelar

Polhukam  SABTU, 18 JANUARI 2020 | 20:50 WIB | Ilham Akbar

MK Bisa Putuskan Pemilihan Langsung Wagub DKI? | Pegal Nggak Kelar-kelar

MoeslimChoice | Seorang mahasiswa Universitas Tarumanegara Jakarta mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) lantaran hingga awal Januari 2020 Wakil Gubernur DKI Jakarta belum ada juga sepeninggal pengunduran diri Sandiaga Salahudin Uno. Tuntutan pokok mahasiswa fakultas hukum bernama Michael itu adalah agar MK memerintahkan Komisi Pemilihan Umum menyelenggarakan pemilihan Wagub DKI secara langsung.

Informasi di laman web resmi MK menyebutkan, Michael menggugat pasal 176 Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota menjadi UU.

Pasal tersebut menyatakan pemilihan pergantian wakil kepala daerah akibat meninggal dunia atau mengundurkan diri diserahkan kepada DPRD. Michael bilang, proses pengusungan calon wakil gubernur di di DKI Jakarta oleh partai pengusung terlalu lama. Tak ada pula kepastian hukum prosesnya.

"Penunjukan wakil kepala daerah oleh partai politik atau gabungan partai politik pengusung terlalu lama," tulis Michael gugatan yang diterima MK Jumat, 17/1/20.

Posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta sendiri telah kosong selama 1 tahun 8 bulan sejak ditinggal Sandiaga Uno pada 27 Agustus 2017. Michael menilai proses pemilihan Wagub DKI saat ini lebih lama jika dibandingkan dengan melaksanakan pemilihan umum yang hanya membutuhkan waktu 7 bulan.

Karena itu, dia mengusulkan pemilihan wagub DKI yang masih kosong dilakukan secara langsung. "Agar lebih efesensi maka pemilihan Wagub mekanismennya Pemilu," terangnya.

Pegel juga kayaknya si Michael nunggu Wagub DKI yang belum jelas kapan terpilihnya. Padahal sudah ada yang menyatakan akhir 2019 sudah terpilih


Komentar Pembaca