Erwin Aksa Bicara Nikel Indonesia

Ekonomi  SABTU, 18 JANUARI 2020 | 08:25 WIB | Warni Arwindi

Erwin Aksa Bicara Nikel Indonesia

MoeslimChoice | Pengusaha asal Sulawesi Selatan Erwin Aksa mengaku belakangan ini terjadi booming (marak) minat bisnis nikel di kawasan Indonesia Timur, terlebih Indonesia membatasi ekspor mentahnya. Dia bilang, di tengah demam Revolusi Industri 4.0, justru bahan baku penopang utamanya adalah logam berkilau yang cadangannya diketahui cukup banyak tersimpan di perut bumi Indonesia Timur.

Harap maklum, di masa Revolusi Industri 4.0 permintaan nikel juga pasti meningkat. Ini karena logam ini dipakai sebagai salah satu bahan utama pembuat baterai lithium isi ulang pada gadget. Nikel juga sangat berharga di masa depan seiring pesatnya tren kendaraan listrik di dunia.

"Kalau kita bicara teman-teman muda ini lebih banyak berbicara soal digitalisasi, kalau di Indonesia timur ini masih berbicara banyak tentang manufacturing, pertanian, kemudian perikanan, dan perkebunan. Jadi kalau kita bicara hari ini apa yang menjadi booming ekonomi di Indonesia timur itu adalah nikel. Dan juga mungkin emas, tembaga," kata Erwin yang kini duduk sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur ini, Jumat. 17/1/20.

Tapi, khusus nikel logam berkualitas tinggi ini keras namun bisa dibentuk ini tahan karat, dan sifat mekanis serta fisiknya tetap bertahan biarpun terpapar suhu ekstrem. Di masa lalu, nikel menjadi pelapis luar logam agar terlihat mengkilat (metalik atau chrome), mulai dari ruang pribadi seperti keran di kamar mandi sampai bemper mobil mewah.

Dia bilang, saat ini investasi terbesar sektor mineral termasuk nikel ada di wilayah timur Indonesia. Mulai dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Halmahera, Maluku Utara, hingga Papua.

"Sampai Papua, di Raja Ampat sana ada cadangan nikel yang begitu besar. Dan ini sekarang sedang terjadi pembangunan besar-besaran," urainya.

Erwin mengatakan saat ini sedang dibangun industri baterai, karena baterai-baterai yang dipakai, bahkan baterai HP itu ada kandungan nikel di dalamnya. Ia tak ragu, ke depan Indonesia timur akan menjadi pusat dari manufacturing tembaga dan mineral lainnya.

“Kalau kita lihat Sumatera kan basisnya plantation, dan oil and gas. Kalau di Jawa mungkin jasa, ada juga oil and gasnya. Kemudian di Kalimantan ada batu bara, ada plantation, ada oil and gas juga,” ujarnya.

"Kalau di Sulawesi sekarang ini karena nikel begitu besar potensinya, sekarang menjadi investasi yang luar biasa dan ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur," katanya.

Menurutnya, hal ini akan mengubah Indonesia timur menjadi daerah yang berbasis manufacturing tembaga tersebut. Harusnya lebih maju dan sejahtera juga warganya ya Pak Erwin...


Komentar Pembaca