Lelah "Berbohong Selama 13 Tahun", Penyiar Berita Iran Mengundurkan Diri

Internasional  JUMAT, 17 JANUARI 2020 | 19:00 WIB

Lelah

foto/net

Moeslimchoice. Ketika Iran sedang dilanda kekacauan akibat protes anti-pemerintah yang tak juga berhenti, Pembaca berita TV pemerintah Iran, Gelare Jabbari mengundurkan diri dari posisinya dan meminta maaf kepada publik karena telah 'berbohong di TV'.

MC Award 2

Lewat akun Instagramnya, Gelare memberi tahu publik bahwa dia mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai pembawa berita. Dalam bahasa Persia dia menulis: "Sangat sulit bagi saya untuk percaya pembunuhan orang-orang sebangsa saya."

"Saya minta maaf karena berbohong kepada Anda di TV selama 13 tahun," katanya.

Tidak jelas apakah komentar Gelare ini berkaitan dengan pesawat Ukraina yang telah keliru ditembak jatuh oleh Iran, dan menewaskan 176 penumpang yang sebagian besar keturunan Iran. Komentar Gelare ini makin menambah dan memicu ketidakpuasan publik terhadap pemerintah.

Media Iran melaporkan, pengunduran diri Gelare Jabbari sebagai tindakan protes luas terhadap akuntabilitas pemerintah Iran.

Amarah menyapu seluruh negara dan orang-orang tumpah ke jalan-jalan setelah pemerintah awalnya membantah telah menembak jatuh jet penumpang, meskipun puing-puing rudal ditemukan di lokasi kecelakaan.

Video-video yang muncul secara online menunjukkan ratusan pelayat di Iran meneriakkan, 'kematian bagi para pembohong' beberapa jam setelah komentar dari Pengawal Revolusi Iran membenarkan rincian kecelakaan pesawat.

"Ini adalah tragedi nasional. Cara itu ditangani dan diumumkan oleh pihak berwenang bahkan lebih tragis," kata ulama Ali Ansari, menurut kantor berita semi-resmi ILNA Iran.

Tak hanya Gelare Jabbari yang protes terhadap pemerintah Iran, Sutradara film Iran, Masoud Kimiai juga menarik diri dari Festival Film Shubuh tahunan Teheran sebagai protes, dengan mengatakan ia 'berpihak pada publik'.

Alireza Assar, penyanyi Iran, juga membatalkan konser sebagai bentuk dukungan untuk protes selama akhir pekan. Satu-satunya peraih medali olimpiade wanita Iran, Kimia Alizadeh juga mengumumkan pembelotannya dari Republik Islam dan pindah ke Belanda.

Pejabat di Iran dengan keras membantah laporan oleh media Barat bahwa pesawat Ukraine International Airlines (UIA) telah dihantam oleh rudal karena kesalahan fatal.

Komunitas internasional, serta Iran di pedalaman negara itu, menumpuk pada tekanan, mendorong pemerintah untuk mengubah pernyataan awal dan mengakui telah menembak jatuh pesawat secara tidak sengaja.

"Itu adalah rudal jarak pendek yang meledak di sebelah pesawat. Itu sebabnya pesawat itu mampu terus terbang untuk sementara waktu," ujar Brigadir Jenderal, Amirali Hajizadeh mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan di TV pemerintah.

"Itu meledak ketika menyentuh tanah," tambahnya

Operator rudal Iran yang menembak jatuh jet penumpang Ukraina melepaskan tembakan secara independen karena komunikasi  'macet', tambah komandan itu, yang secara tragis mengakibatkan kematian semua penumpang yang berjumlah 176 orang di dalam pesawat.

Operator telah salah mengira Boeing 737 sebagai 'rudal jelajah' dan hanya memiliki sepuluh detik untuk memutuskan apakah akan melepaskan tembakan, kata Hajizadeh.

Para pengecam mengecam rejim setelah gagal memulai zona larangan terbang komersial, sementara mereka melakukan serangan rudal pembalasan terhadap pangkalan militer Irak yang diisi oleh pasukan AS. [mt/Alaraby]


Komentar Pembaca