Kepala Kantor Kemenag Pacitan Disulut Jadi Bacawabup

Daerah  JUMAT, 17 JANUARI 2020 | 11:40 WIB

Kepala Kantor Kemenag Pacitan Disulut Jadi Bacawabup

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pacitan, H Muhammad Nurul Huda

MoeslimChoice | Diskursus soal Bakal Calon Bupati (Bacabup) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Pilkada 2020 kian membuncah di berbagai platform media sosial (medsos).

Bahkan, hasil polling di berbagai media online pun tak lepas dari bidikan untuk dijadikan sebagai bahan perdebatan.

Namun, percakapan yang boleh dibilang masih sangat “sepi” adalah persoalan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup).

Warganet di Pacitan cenderung hanya melirik siapa Bacabupnya, dan belum (terlalu) memikirkan siapa-siapa yang pantas menjadi Bacawabup di Kota 1001 Goa ini.

Di antara situasi “sepi” itu, terdapat nama yang kerap menyelinap sebagai salah satu Bacawabup yang jadi unggulan netizen, yakni Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pacitan, H Muhammad Nurul Huda.

Saat ditemui, lelaki yang akrab disapa Pak Huda ini menjelaskan, secara mental, ia siap untuk melangkah sebagai salah satu Bacawabup Pacitan.

“Ya, Insya Allah, saya siap untuk mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Pacitan,” katanya kepada Kontributor MoeslimChoice di Pacitan, Suluh Apriyanto, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, kesiapan itu demi mewujudkan tekadnya untuk membuat Pacitan menjadi lebih baik, semakin maju, kian religius, makin beriman.

Meski begitu, ia tetap mengembalikannya kepada tingkat kepercayaan publik. Ia takkan memaksakan kehendak.

"Kalau saya sih tidak mau memaksakan kehendak, ya. Apapun yang nanti terjadi, itulah yang terbaik. Bila saya diambil, ya itulah yang terbaik. Jika tidak diambil pun, itulah yang terbaik," katanya.

Baginya, yang terpenting adalah faktor kedekatan dengan masyarakat, karena hal itu bakal membawa manfaat terhadap semua aspek.

"Menjalin silaturahmi dan menyampaikan pesan-pesan religius, pesan-pesan moral, dan itu yang saya lakukan dari dulu kepada masyarakat Pacitan," tambahnya.

Ia kemudian mengutip bait-bait pada lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang berbunyi “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya…”

"Jadi, orang itu yang dibangun pertama kali adalah ruhnya dulu, baru kemudian dibangun jasadnya, seperti potongan dalam lagu Indonesia Raya itu. Lha, ini kan artinya harus bersinergi, keterkaitan antara ruh dan jasad tadi," pungkasnya. [yhr]


Komentar Pembaca