Lima Negara Korban Pesawat Ukraina Desak Iran Beri Kompensasi

Internasional  JUMAT, 17 JANUARI 2020 | 15:20 WIB

Lima Negara Korban Pesawat Ukraina Desak Iran Beri Kompensasi

foto/net

Moeslimchoice. Negara-negara yang warganya menjadi korban jatuhnya pesawat Ukraina, menuntut pihak berwenang di Teheran membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan melalui 'penyelidikan kriminal independen' pada Kamis (16/1).

MC Award 2

Mereka juga mengatakan bahwa Iran harus memulai dengan 'proses peradilan yang tidak memihak yang sesuai dengan standar internasional' terhadap mereka yang bertanggung jawab. Pernyataan tersebut merupakan pernyataan bersama yang dikeluarkan  Komisi Tinggi Kanada di London, oleh lima negara yang bersangkutan, yakni Kanada, Ukraina, Swedia, Afghanistan dan Inggris.

Pernyataan itu tertuang dalam lima poin untuk bekerja sama dengan Iran, dan meminta negara itu untuk memenuhi kewajibannya terhadap keluarga para korban dan pihak lain, termasuk kompensasi.

"Keluarga menginginkan jawaban, komunitas internasional menginginkan jawaban, dunia sedang menunggu jawaban dan kami tidak akan beristirahat sampai kami mendapatkannya," kata Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne pada pertemuan itu.

Iran mengatakan militernya 'secara tidak sengaja' menembak jatuh jet pada 8 Januari 2020 lalu yang menewaskan semua penumpangnya yang berjumlah 176 orang, setelah awalnya berulang kali menyangkal tuduhan Barat tersebut.

Kelompok koordinasi dan respons internasional untuk keluarga para korban telah bertemu di Komisi Tinggi Kanada di London, dan dihadiri oleh para menteri luar negeri dari Kanada, Ukraina, Swedia, Afghanistan, Inggris, dan Belanda.

Kelompok ini juga membahas proses identifikasi korban dan merekomendasikan agar proses tersebut dilakukan dengan bermartabat, transparan, dan sesuai dengan standar internasional.

Champagne mengatakan, pada konferensi pers setelah pertemuan pada Kamis (16/1) bahwa keluarga mereka yang meninggal perlu ditutup dan ada kebutuhan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

"Ketika Anda menerima tanggung jawab penuh ada konsekuensi yang datang dari itu," katanya.

Ditanya tekanan apa yang bisa diterapkan jika Iran tidak bekerja sama, Champagne mengatakan: "Ini disebut komunitas internasional."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina, Vadym Prystaiko mengatakan, bahwa mayat 11 warga Ukraina yang tewas dalam kecelakaan pesawat telah diidentifikasi.

Sebelumnya, para menteri luar negeri memberikan penghormatan kepada mereka yang meninggal ketika Iran menembak jatuh pesawat Ukraina minggu lalu.

Francois-Philippe Champagne dari Kanada dan Dominic Raab dari Inggris, dengan para menteri luar negeri Ukraina, Swedia dan Afghanistan masing-masing menyalakan lilin untuk memperingati para korban di Komisi Tinggi Kanada, dan berhenti sejenak untuk refleksi sebelum pertemuan dimulai.

Sebuah pesawat Ukraina ditembak jatuh beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal balistik terhadap dua pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak sebagai pembalasan atas pembunuhan Jenderal Iran, Qassem Soleimani dalam serangan udara Amerika di Baghdad. Tidak ada yang terluka dalam serangan di pangkalan.

Di antara para korban kecelakaan itu adalah 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman, dan tiga warga negara Inggris. [mt/Arabnews]


Komentar Pembaca