Bupati Badingah Kampanye Antraks Gunungkidul Teratasi

Daerah  JUMAT, 17 JANUARI 2020 | 10:39 WIB

Bupati Badingah Kampanye Antraks Gunungkidul Teratasi

MoeslimChoice | Menyusul masalah penyakit ternak babi di Sumatera Utara, kini muncul pula penyakit antraks di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Provinsi Istimewa Yogyakarta. Malah Bupati Gunungkidul Hj Badingah menyatakan kabupatennya berstatus Waspada Antraks.

Status Waspada Antraks itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati yang juga berisi ajakan agar masyarakat ikut berperan dalam melakukan penanggulangan. Selain itu juga mengoptimalkan pengawasan lalu lintas di dua lokasi kawasan perbatasan di Bedoyo, Ponjong; dan di Sambirejo, Ngawen; yang merupakan wilayah perbatasan Gunungkidul dengan Jawa Tengah.

Ini adalah upaya melokalisasi antraks agar tak menyebar lebih luas. Ibu Bupati menegaskan pula bahwa antraks di Gunungkidul hanya mencakup wilayah kecil dan dapat diatasi. Namun, ia ingin mencegah antrak meluas. Caranya, menangkal hewan yang sudah terkena antraks keluar dan mencegah hewan dari kabupaten dan provinsi lain masuk ke Gunungkidul.

Terkait dengan itu, Badingah juga menggelar  acara makan bersama di lokasi tidak jauh dari wilayah yang terserang antraks, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. Tapi acaranya berlangsung di Desa Bedoyo yang berbatasan langsung dengan Desa Gombang.

"Di sini kami ingin mengajak semua masyarakat untuk tidak takut makan daging, bahwa antraks hanya di beberapa lokasi kecil dan bisa diatasi. Dan daging di Gunungkidul aman dikonsumsi," terang Bupati Badingah kepada wartawan di sela sela kampanye makan daging sehat dan aman bagi kesehatan, Kamis, 16/1/20.

Menurut dia dengan pola pengolahan daging yang benar dan higieneis, maka daging aman dikonsumsi. Untuk antisipasi bakteri, hanya dibutuhkan waktu tambahan untuk memasak daging. "Jadi saya jamin aman dikonsumsi. Tidak perlu takut terkena antraks," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Badingah juga mengingatkan warga tidak menjual atau menyembelih hewan ternak yang sekarat dan akan mati. Meskipun hal ini dilakukan untuk mengurangi kerugian, namun hal tersebut bisa berdampak negatif. "Makanya kita siapkan tali asih untuk petani yang hewannya mati mendadak, pokoknya langsung laporan dan dikubur," tegas Badingah.

Sebelumnya, warga Dukuh Ngrejek Wetan, di Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, yang merupakan salah satu wilayah terpapar antraks biasa menyembelih ternak sapi yang sakit baik antraks maupun bukan.

Kepala Dusun Ngrejek Wetan, Narsiko mengatakan, pada pertengahan Desember 2019, ada dua ekor sapi sakit secara mendadak. Lalu, sebelum sampai mati, oleh warga sekitar disembelih. Oleh warga dibeli atau brandu, dan dibagikan ke warga.

Warga Dusun Ngrejek Wetan biasa menyembelih sapi yang sudah sakit dan dijual ke warga sekitar. Hal ini sebagai upaya untuk membantu warga agar tidak terlalu rugi karena kematian hewan ternak.

Yang mendesak sekarang adalah mengatasi dan mencegah antraks di Gunungkidul. Jangan sampai mewabah seperti penyakit hewan ternak demam babi afrika (african swine fever) atau kolera babi (hog) cholera yang menyebabkan puluhan ribu ternak babi di Sumatera Utara terpaksa menjadi bangkai atau dimusnahkan.

Terlebih, kawasan Kecamatan Gombang di Gunungkidul sudah dikenal sebagai sentra produksi krecek atau kerupuk kulit hewan. Biasanya krecek menjadi menu pelengkap gudeg yogya, atau masakan padang. Bahkan sering pula dijual sebagai cemilan kerupuk siap konsumsi.


Komentar Pembaca