Bada Jumat Helmy Yahya Sikapi Pemberhentiannya di TVRI

Hukum  JUMAT, 17 JANUARI 2020 | 07:25 WIB | Sugiharta Yunanto

Bada Jumat Helmy Yahya Sikapi Pemberhentiannya di TVRI

MoeslimChoice | Helmy Yahya, Direktur Utama Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang diberhentikan setelah dinonaktifkan oleh Dewan Pengawas, akan buka-bukaan soal pemberhentian itu bada Jumat, 17/1/20. Broadcast (sebaran) undangan melalui aplikasi whatsapp kalangan media menyebutkan, acara ini untuk menyikapi perkembangan TVRI akhir-akhir ini.

Anggota Komisi I DPR Farhan yang berlatar pesohor seperti juga Helmy, membenarkan akan adanya acara itu. Soal pemberhentian Helmy, sikap Farhan juga jelas.

"Pemberhentian oleh Dewan Pengawas TVRI harus sesuai pasal 22 sampai dengan 25 PP Nomor 13/2005. Kalau tidak bisa membuktikan, maka bisa menimbulkan sengketa hukum," kata Farhan anggota DPR dari Partai Nasdem, Kamis, 16/1/20.

Dewan Pengawas (Dewas) TVRI sudah pernah melayangkan surat penonaktifan sementara kepada Direktur Utama (Dirut) Televisi Republik Indonesia (TVRI) itu. Pada Rabu, 4/12/19, Dewan Pengawas TVRI mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 3 Tahun 2019 yang berisi penetapan nonaktif sementara Helmy Yahya dan pengangkatan Direktur Teknik TVRI Supriyono sebagai Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama TVRI.

Soal ini lantas ditengahi Menkominfo Johny G Plate yang memberi kesempatan kepada Helmy Yahya untuk melakukan pembelaan sampai 4 Januari 2020. Kepada Dewas, Menkominfo memberi waktu dua bulan untuk memutuskan hasil pembelaan Dirut TVRI, hingga 4 Maret 2020. Jika dalam masa tenggat itu tidak ada keputusan Dewas, maka Helmy Yahya tetap menjadi Dirut TVRI.

Baru 12 hari dari batas pembelaan diri Helmy, Dewas TVRI memberhentikan Helmy Yahya sebagai Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) 2017-2022. Pemberhentian tersebut tertuang dalam surat No. 8/Dewas/TVRI/2020, yang ditandatangani Ketua Dewas Hidayat Thamrin pada Kamis, 16/1/20.

Beriring dengan itu, beredar foto-foto di kompleks Studio TVRI, kawasan Senayan, Jakarta Pusat, yang menampilkan ruang Dewas TVRI disegel oleh karyawan lembaga penyiaran publik itu. Lah, jika Ruang Dewas disegel, memang rapat Dewas di mana lokasinya?


Komentar Pembaca